DARA | BANDUNG – Memasuki musim hujan akhir tahun ini, ancaman terjadinya bencana seperti longsor dan banjir harus diwaspadai oleh masyarakat dan berbagai unsur terkait lainnya khususnya di sejumlah Kecamatan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Dengan letak geografis yang luas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung telah melakukan pemetaan terhadap daerah-daerah yang masuk katagori rawan bencana alam, baik itu pergerakan tanah maupun banjir.
Dari data hasil pemetaan yang dilakukan BPBD Kabupaten Bandung bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), dari 31 kecamatan di Kabupaten Bandung, 28 Kecamatan di antaranya rawan potensi pergerakan tanah (longsor) dan 19 Kecamatan dengan ancaman bencana banjir.
“Kalau melihat kondisi geografisnya (dataran tinggi) Dari 28 Kecamatan yang berpotensi terjadi pergerakan tanah itu sebenarnya hampir merata tingkat kerawannya (longsor),” ujar Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada BPBD Kabupaten Bandung, Hendra Hidayat usai Rapat Koordinasi Penetapan Siaga Darurat Bencana Kabupaten Bandung di Aula BPBD Kabupaten Bandung, Soreang, Kamis (12/12/2019).
Untuk mengantisipasi bencana yang kemungkinan terjadi saat musim hujan ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan stakeholder lainnya. “Jadi unsur kewilayahan harus mengetahui daerah yang rawan, karena saat musim hujan itu ancamannya longsor dan banjir,” katanya.
Biasanya, lanjut Hendra, saat musim hujan petugas BPBD Kabupaten Bandung dan unsur kewilayahan disiagakan di lokasi yang rawan bencana, dengan dibuatkan posko siaga bencana. Hal tersebut agar memudahkan penanganan jika sewaktu-waktu bencana terjadi.
Berdasarkan surat dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) per 4 Oktober 2019 Nomor: ME.02.02/1188/KLEM/X/2019 tentang informasi prakiraan curah hujan dan musim, di wilayah Jawa Barat umumnya berada pada musim hujan antara Oktober 2019 sampai Mei 2020
“Informasi dari BMKG, puncak musim hujan terjadi pada Desember 2019 dan akan kembali terjadi peningkatan curah hujan pada Februari sampai Maret 2020,” katanya.
Pemkab Bandung pun mengimbau masyarakat di setiap kecamatan untuk tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan, banjir bandang dan longsor, serta angin puting beliung. “Sosialiasi sudah kami lakukan kepada masyarakat. Termasuk menyiapkan peralatan, sumber daya manusia, posko serta tempat pengungsian khususnya untuk banjir,” ujarnya.***
Wartawan: Muhammad Zein | Editor: Ayi Kusmawan