Dinas Kesehatan Bandung Barat Ajukan Anggaran Rp20 Miliar Untuk Mengcover BPJS

Rabu, 11 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Keterangan gambar:  Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat, dr. Hernawan Widjayanto (Foto: Ist)

Keterangan gambar: Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat, dr. Hernawan Widjayanto (Foto: Ist)

Hernawan menjamin rumah sakit yang sudah bekerja sama dengan Pemkab Bandung Barat, akan memberikan pelayanan pada masyarakat sesuai dengan standarisasinya.

DARA| Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB) membutuhkan anggaran sebesar Rp20 miliar untuk membantu warga miskin yang belum tercover dalam program BPJS Kesehatan.

Kepala Dinkes KBB, dr. Hernawan Widjajanto menyatakan jika anggaran tersebut sudah diajukan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2023.

Anggaran itu dialokasikan untuk pembayaran ke beberapa rumah sakit yang bekerja sama dengan Pemkab Bandung Barat dalam pelayanan BPJS kesehatan.

“Kita mengajukan tambahan Rp 20 miliar ke TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) di anggaran perubahan 2023 ini dengan estimasi kebutuhan sampai bulan Desember,” kata Hernawan di Ngamprah, Selasa (10/10/2023).

Ia menyebutkan selain Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang ada di (KBB) seperti RSUD Cililin, RSUD Lembang dan Cikalongwetan, pihaknya bekerja sama dengan RS Hasan Sadikin, RS Mitra Kasih, RS Yudistira, IMC, Cahaya Kawaluyan, Al-Ihsan dan lainnya.

Hernawan menjamin rumah sakit yang sudah bekerja sama dengan Pemkab Bandung Barat, akan memberikan pelayanan pada masyarakat sesuai dengan standarisasinya.

“Karena sudah bekerjasama dengan kita, jadi kita berhak dan mereka (rumah sakit) wajib memberikan pelayanan kesehatan,” ucapnya.

Ia juga mengatakan, tingkat Universal Health Coverage (UHC) KBB baru mencapai kurang lebih 88 persen. Artinya, sekitar 12 persen masyarakat KBB masih belum mempunyai jaminan kesehatan.

“Kalau optimalnya UHC itu 95 persen, dari 12 persen itu belum tentu semuanya warga miskin. Karena dalam kepesertaan BPJS itu ada yang mandiri dan lainnya,” ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya saat ini dengan BPJS tengah melakukan optimalisasi untuk meningkatkan keikutsertaan masyarakat agar memiliki jaminan kesehatan.

“Setiap desa pastinya tidak sama jumlahnya, upaya untuk meningkatkan UHC itu kita bersama pihak BPJS sekarang di wilayah kecamatan Ngamprah. Kemudian nanti ke kecamatan lainnya,” tuturnya.

Sebelumnya, Penjabat (Pj) Bupati Bandung Barat Arsan Latif mengintruksikan TAPD mengalokasikan anggaran sebesar Rp 60 M untuk menindaklanjuti 3 permasalahan di Kabupaten Bandung Barat.

Ketiga persoalan tersebut yakni, kekeringan, pengembangan kewirausahaan terutama di sektor pertanian dan penanganan jaminan kesehatan masyarakat yang belum tercover oleh BPJS.

 

Editor: Maji

Berita Terkait

Amilin Zakat Fitrah DKM Binaul Makmur Desa Banyusari Tunaikan Amanah
Menghapus Jenuh Saat Mudik Lebaran, Daop 2 Bandung Sediakan Arena Bermain Anak
PT KAI Daop 2 Bandung Berangkatkan 17.893 Orang, Pucak Mudik Sudah Terlewati
Simak Nih, Pesan Bupati Bandung buat Warganya Yang Mudik Lebaran
Jangan Kirim Parsel ke Gubernur Jabar, Ini Alasannya
Sambut Idulfitri, Festival Dulag Istimewa Berlangsung di Gedung Pakuan
Kang Demul Bakal Ngantor di Daerah, Ini Sebutan Kantor Gubernur Jabar di 5 Wilayah
Simak Nih, Jadwal Penerapan Contraflow dan One Way Saat Arus Mudik dan Balik Lebaran
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Maret 2025 - 22:21 WIB

Amilin Zakat Fitrah DKM Binaul Makmur Desa Banyusari Tunaikan Amanah

Minggu, 30 Maret 2025 - 21:54 WIB

Menghapus Jenuh Saat Mudik Lebaran, Daop 2 Bandung Sediakan Arena Bermain Anak

Minggu, 30 Maret 2025 - 21:33 WIB

PT KAI Daop 2 Bandung Berangkatkan 17.893 Orang, Pucak Mudik Sudah Terlewati

Minggu, 30 Maret 2025 - 20:27 WIB

Simak Nih, Pesan Bupati Bandung buat Warganya Yang Mudik Lebaran

Minggu, 30 Maret 2025 - 20:17 WIB

Jangan Kirim Parsel ke Gubernur Jabar, Ini Alasannya

Berita Terbaru

CATATAN

GEJOLAK KOREA SELATAN MK Tanpa ‘Dissenting Opinion’

Minggu, 6 Apr 2025 - 09:19 WIB