Susu kaleng Bear Brand dan beberapa merk produk vitamin serta suplemen hilang di pasaran setelah viral di media sosial produk-produk tersebut dapat menyembuhkan Covid-19.
DARA – Pantauan di lapangan, setelah menelusuri beberapa toko ritel dan swalayan di wilayah Kabupaten Bandung, stok produk susu, vitamin, dan suplemen tersebut memang kosong.
Salah satu petugas toko ritel di Soreang, Anggita (23) mengatakan, sudah seminggu terakhir banyak sekali masyarakat yang menanyakan ketersediaan produk-produk tersebut. Namun, memang karena permintaan yang tinggi dan lambatnya distribusi, sehingga di tokonya tidak ada lagi stok.
“Memang seminggu ini banyak yang nyari, katanya bisa nyembuhin Covid-19. Tapi disini udah nggak ada stok,” ujarnya, Rabu (7/7/2021).
Ia tidak mengetahui apa penyebab lambatnya distribusi, namun berharap masyarakat lebih teliti lagi dengan informasi, sehingga tidak terjadi panic buying.
Saat ini pihak toko pun mulai menerapkan pembatasan pembelian pada produk susu yang tengah banyak dicari itu.
“Kita batasi maksimal hanya 6 botol untuk setiap pembelian,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Kepala Disperindag Kabupaten Bandung, Marlan mengatakan pihaknya belum memantau perkembangan di lapangan terkait panic buying terhadap sebuah produk susu akibat adanya informasi produk susu tersebut dapat menyembuhkan Covid-19.
“Ya itu, adanya panic buying itu karena produk itu katanya bisa nyembuhin Covid-19, nah kalau vitamin karena kebutuhan masyarakat meningkat akibat peningkatan kasus covid ini, sama seperti oksigen,” kata Marlan di Soreang, Rabu (7/7/2021).
Marlan menyebut pihaknya masih menunggu informasi yang jelas dari BPOM atau dinas kesehatan terkait khasiat susu beruang bagi masyarakat ditengah pandemi Covid-19.
Ia juga akan memastikan dulu karena diduga stok barang di gudang (distributor) masih ada, hanya saja terlambat dalam proses distribusi karena tiba-tiba permintaan meningkat. Selain itu harga produknya pun bisa naik berkali-kali lipat.
“Itu mah hukum ekonomi, pada saat permintaan besar kemudian barang enggak ada, pasti harga akan naik,” ujarnya.
Namun demikian, menurut Marlan pihak pemerintah tidak bisa melarang pedagang menaikan harga barang, tinggal kembali lagi ke masyarakatnya berani membeli barang tersebut atau tidak dengan harga baru yang lebih tinggi.
“Lagipula dalam hukum jual beli kan ada tawar menawar. Yang bisa dipastikan oleh pemerintah adalah kelancaran distribusi dan ketersediaannya,” tambah pria yang juga menjabat sebagai Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kabupaten Bandung itu.
Ia yakin untuk barang bermerk pasti stok di gudangnya banyak dan sedikit kemungkinan adanya penimbunan. Menurutnya kondisi ini hanya akan berlangsung beberapa minggu saja, karwna karena masyarakat dengan sendirinya akan menyadari bahwa khasiat susu yang tengah viral tersebut sama saja dengan susu sapi biasa, apalagi mulai beredar juga tanggapan-tanggapan dari para ahli terkait susu tersebut.
“Paling kita mengimbau ke toko modern untuk segera mengisi kembali stok barangnya karena pasti di gudangnya barang ada, tapi kita juga mengimbau untuk tidak menaikkan harga, disamping itu hendaklah saling berbagi informasi yang benar dan tidak panik agar selalu berfikir rasional dan proporsional,” pungkasnya.***
Editor: denkur