Dua hari ini sejumlah peristiwa fenomena alam terjadi di Kabupaten Bandung. Peristiwa itu cukup mengerikan karena menyangkut keselamatan orang.
DARA – Sejumlah peristiwa itu terjadi dalam dua hari terakhir ini, yakni kemarin dan hari ini. Apa saja, yakni banjir, angin kencang dan rumah ambruk di sejumlah daerah.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama melaporkan peristiwa itu.
Ada rumah dan garasi tiba-tiba ambruk. Terjadi di Kampung Cimuncang RT 01 RW 12 Kelurahan Manggahang Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung, Jumat sore kemarin.
“Ambruknya bangunan garasi itu setelah bagian pondasi garasi tergerus aliran air, sehingga menyebabkan erosi. Di bawah pondasi banguan garasi itu ada selokan,” kata Uka Suska kepada wartawan di Baleendah, Sabtu siang (16/4/2022).
Menurut Uka Suska, meski hanya bagian garasi yang ambruk dan masih ada bagian rumah yang utuh, tapi rumah milik Eman Sulaeman itu sudah tak layak untuk ditempati.
Namun, Uka Suska berusaha untuk menemui pemilik garasi yang ambruk itu. Memberikan bantuan untuk kebutuhan keluarga Eman Sulaeman.
Lalu, soal banjir, Uka Suska menjelaskan, banjir yang menyebabkan satu unit rumah rusak ringan itu terjadi di Bojongasih RT 02/RW 14 Desa/Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, Jumat sore pukul 17.30 WIB.
“Banjir itu disebabkan hujan disertai angin kencang. Mengakibatkan satu rumah rusak sedang, yakni milik Tajudin yang dihuni 4 jiwa. Satu orang tertimpa reruntuhan bangunan dengan luka ringan, yaitu Nasrul,” jelasnya.
Uka juga menjelaskan sejumlah titik lokasi banjir di Desa/Kecamatan Dayeuhkolot, diantaranya di Kampung Citeureup RW 02, Babakan Cilisung RW 03, Bojongasih RW 04, 05 dan RW 14.
“Ketinggian air antara 10 sampai 70 cm,” ujarnya.
Namun, warga yang mengungsi masih relatif minim, yaitu hanya satu kepala keluarga di Posko Gedung Gedung Shelter Desa. Sebagian besar warga masih bertahan di rumahnya masing-masing.
Banjir di Jalan Batusaru Bentang Artaresidence RT 01/RW 01 Desa Buah Batu Kecamatan Bojongsoang. Menggenangi rumah warga.
Saat kejadian tinggi muka air mencapai 50 cm, 80 rumah terendam, 80 KK, 240 jiwa.
Menurutnya, untuk penanganan banjir itu, BPBD berkoordinasi dengan aparat setempat.
Editor: denkur | Wartawan: Trinata