Ekonomi Pancasila: Tantangan dan Relevansi dalam Era Politik Populisme, Disrupsi Digital dan Pembangunan Keberlanjutan

Jumat, 4 Juni 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ekonomi Pancasila dikembangkan oleh para pendiri bangsa sebagai sistem ekonomi yang merupakan antitesa dari kolonialisme dan anak kandungnya yaitu kapitalisme.


DARA – Ekonomi Pancasila diwujudkan melalui demokrasi ekonomi yang bertujuan mencapai cita-cita proklamasi, memastikan sumber daya ekonomi dapat diakses oleh rakyat, dan nilai tambah ekonomi terdistribusi, sehingga mewujudkan keadilan sosial.

Saat ini ekonomi Indonesia menghadapi tantangan berupa kesenjangan wilayah dan sosial, korupsi yang menyebabkan ekonomi biaya tinggi, tata kelola yang buruk pada BUMN, berkembangnya ekonomi digital, kerangka kebijakan dan peraturan yang tumpang tindih, dan kerusakan sumber daya alam.

Dengan kondisi yang ada maka revitalisasi ekonomi Pancasila perlu dilakukan dalam tiga aras.

Aras pertama adalah konsep.

Konsep ekonomi Pancasila seringkali diabaikan dan dianggap ancaman oleh beberapa pihak.

Ekonomi Pancasila semakin terpinggir dalam proses pendidikan dan pengambilan kebijakan.

Penggalian kembali dan pengembangan konsep ekonomi Pancasila dalam konteks sistem ekonomi saat ini merupakan keharusan.

Aras kedua adalah kelembagaan.

Berbagai peraturan di berbagai sektor dan antar pusat-daerah masih tumpang tindih dan belum sinergis.

Omnibus law yaitu UU Cipta Kerja masih perlu dilihat efektivitasnya.

Aras ketiga adalah kapasitas.

Kesenjangan kapasitas antar pelaku ekonomi besar-menengah, kecil-mikro, di Jawa dan luar Jawa, sektor primer-sekunder-tertier, harus segera diakselerasi, sehingga Indonesia tidak hanya menjadi pasar, namun menjadi pelaku ekonomi yang berdaya, khususnya pada momen bonus demografi.

Revitalisasi ekonomi Pancasila adalah keniscayaan bagi rakyat Indonesia dan harus menjadi upaya kolektif.

Pokok-pokok diskusi diatas dibahas dalam webinar Kawal Indonesia, Baskara dan Perkumpulan Amerta dengan narasumber Bambang Ismawan (Bina Swadaya), DR Revrisond Baswir (UGM) dan Firdaus Putra (ICCI). Seperti dalam keterangan resminya yang diterima redaksi, Jumat (4/6/2021).***

Editor: denkur

Berita Terkait

Mentan Amran: Operasi Pasar Pangan Murah AgriPost Stabilkan Harga Pangan Masyarakat
Amilin Zakat Fitrah DKM Binaul Makmur Desa Banyusari Tunaikan Amanah
Menghapus Jenuh Saat Mudik Lebaran, Daop 2 Bandung Sediakan Arena Bermain Anak
PT KAI Daop 2 Bandung Berangkatkan 17.893 Orang, Pucak Mudik Sudah Terlewati
Simak Nih, Pesan Bupati Bandung buat Warganya Yang Mudik Lebaran
Jangan Kirim Parsel ke Gubernur Jabar, Ini Alasannya
Sambut Idulfitri, Festival Dulag Istimewa Berlangsung di Gedung Pakuan
Kang Demul Bakal Ngantor di Daerah, Ini Sebutan Kantor Gubernur Jabar di 5 Wilayah
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Maret 2025 - 22:21 WIB

Amilin Zakat Fitrah DKM Binaul Makmur Desa Banyusari Tunaikan Amanah

Minggu, 30 Maret 2025 - 21:54 WIB

Menghapus Jenuh Saat Mudik Lebaran, Daop 2 Bandung Sediakan Arena Bermain Anak

Minggu, 30 Maret 2025 - 21:33 WIB

PT KAI Daop 2 Bandung Berangkatkan 17.893 Orang, Pucak Mudik Sudah Terlewati

Minggu, 30 Maret 2025 - 20:27 WIB

Simak Nih, Pesan Bupati Bandung buat Warganya Yang Mudik Lebaran

Minggu, 30 Maret 2025 - 20:17 WIB

Jangan Kirim Parsel ke Gubernur Jabar, Ini Alasannya

Berita Terbaru

CATATAN

GEJOLAK KOREA SELATAN MK Tanpa ‘Dissenting Opinion’

Minggu, 6 Apr 2025 - 09:19 WIB