DARA | Elektabilitas dua pasang capres-cawapres, Jokowi-Ma’ruf dan prabowo Sandi menurut empat lembaga survei nasional. Berikut rangkumannya:
1.Lingkaran Survei Indonesia Denny JA (LSI Denny JA)
Pada 10-19 November 2018, dua bulan setelah masa kampanye dimulai, pasangan Jokowi-Ma’ruf memperoleh 53,2 persen. Sementara Prabowo-Sandi mendapatkan 31,2 persen. Selisih suara terpaut 22 persen.
Survei setelah debat pertama, 18-25 Januari 2019, terjadi perubahan perolehan suara yang cukup signifikan. Pasangan petahana mendapat penambahan persentase menjadi 58,4 persen, sementara sang penantang justru turun menjadi 24,7 persen. Selisih suara menjadi semakin lebar, yakni 33,7 persen.
2. Survei Populi Survei Center
Survei Desember 2018, Jokowi-Ma’ruf unggul dengan 52 persen. Prabowo-Sandi, hanya mengumpulkan 30,7 persen. Terdapat perbedaan perolehan suara sebanyak 21,3 persen.
Survei 20-27 Januari 2019, Jokowi-Ma’ruf meningkat ke angka 54,1 persen. Sedangkan Prabowo-Sandi juga mengalami peningkatan menjadi 31 persen. Selisih menjadi 23,1 persen, naik 1,8 persen dari selisih sebelumnya.
3.Media Survei Nasional (Median)
Survei November 2018, Jokowi-Ma’ruf mendapat 47,7 persen suara, sementara Prabowo-Sandi 35,5 persen. Selisih 12,2 persen.
Survei 6-15 Januari 2019, terjadi sedikit peningkatan. Jokowi-Ma’ruf 47,9 persen, sedangkan Prabowo-Sandi 38,7 persen. Berjarak 9,2 persen saja.
Dari hasil ini diketahui selisih perolehan suara semakin menipis menjadi satu digit tersisa, dan Prabowo pun semakin mendekati pencapaian suara Jokowi.
4.Charta Politika
Survei Oktober 2018, Jokowi-Ma’ruf 53,2 persen. Sementara Prabowo-Sandi memperoleh 35,5 persen. Selisih 17,7 persen.
Survei 22 Desember 2018-2 Januari 2019, tidak terjadi banyak perubahan. Sang petahana peroleh 53,2 persen, sementara lawannya kumpulkan 34,1 persen suara. Selisih 19,1 persen. Selisih suara pun semakin merenggang sebanyak 1,4 persen.***
Editor: denkur