Gara-gara Berburu Pakemon Saat Lockdown Madrid, Kakek Ini di Didenda Rp547 Juta

Jumat, 27 Maret 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Gara-gara berburu pakemon saat lockdown seorang kakek di Kota Madrid, Spanyol didenda denda Rp 546 juta karena melanggar aturan penguncian ketat di negaranya usai bermain game.


DARA| JAKARTA- Spanyol menjadi salah satu negara Eropa pertama yang menerapkan jam malam dan pembatasan perjalanan sebagai upaya pengurangan penyebaran virus corona.

Rupanya, kakek yang dirahasiakan jati dirinya ini sudah berminggu-minggu menghabiskan waktu di rumah karena karantina yang diberlakukan. Ia pun mencari hiburan di luar untuk memainkan sebuah permainan yang populer.

Kakek berusia 77 tahun itu diberikan hukuman denda Rp 546 juta karena telah melanggar Undang-undang Keselamatan Publik dengan bermain di luar rumahnya selama keadaan darurat kesehatan yang digaungkan di Spanyol bahkan seluruh dunia.

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Standard UK, ia telah didenda setelah bermain Pokemon Go di mana pemainnya melakukan perburuan karakter pokemon virtual di lokasi dunia nyata.

Pria paruh baya tersebut terlihat berkeliling di jalanan Madrid untuk berburu pokemon melengkapi koleksi yang telah dimilikinya.

Kakek 77 tahun tersebut telah tertangkap di distrik Latina Madrid pada siang hari dan mengatakan pada polisi ia sedang berburu pokemon.

Sebelumnya di Italia seorang pria berumur 31 tahun mendapatkan denda karena bermain Pokemon Go di jalan bersama dengan putrinya.

Dengan adanya kejadian tersebut pihak kepolisian Kota Madrid membuat sebuah unggahan di laman resmi Instagramnya yang menuliskan,

“Untuk berburu pokemon, dinosaurus, atau makhluk gab lainnya, DILARANG selama Status Darurat. Jangan membuat alasan,” ujar pihak kepolisian melalui laman resmi Twitternya.

Sebelumnya, seorang penduduk di Kota Madrid, terlihat meninggalkan rumahnya dengan menggunakan pakaian kostum dinosaurus T-rex.

Maka dari itu dalam keterangan di laman resmi Twitter, pihak kepolisian Kota Madrid menyinggung kembali kejadian tersebut.

Dengan pelanggaran tersebut hukuman semacam itu mendapatkan denda antara 550 poundsterling atau setara dengan lebih dari Rp 10 juta hingga 27.600 poundsterling atau setara dengan lebih dari Rp 546 juta.

Bahkan jika pelanggaran merupakan sebuah insiden serius dapat mengakibatkan hukuman penjara 3 bulan hingga 4 tahun.

Dengan banyaknya peningkatan kasus per harinya di Spanyol dan menjadi salah satu negara dengan krisis virus corona terburuk di dunia bahkan telah melebihi Italia.

Legislator mengatur perpanjangan kuncian negara selama dua minggu lagi hingga 12 April 2020 mendatang.

Namun warga terus melanggar aturan karantina, dengan polisi kota Madrid sendiri mengeluarkan lebih dari 4.850 pengaduan dan menahan 30 orang sejak 14 Maret.

Berdasarkan data World Meter, Negara Spanyol telah memiliki 57.786 kasus dengan 4.365 kematian dan sudah 7.015 orang yang telah dinyatakan sembuh.

 

Editor : Maji

Berita Terkait

Bakrie Amanah Salurkan Rp 10,2 Miliar dalam Program Ramadan Untuk Negeri 1446 H
Kasad: Jadikan Peringatan Nuzulul Quran sebagai Momentum Evaluasi Diri
Forum Gerakan Perempuan, GKR Hemas: Perempuan Harus Ambil Peran dalam Politik
Ramela Resto Kedepankan Kuliner Indonesia, Hadir di Bandung
Ini Manfaat dan Jenis Pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis
Pegadaian Ketuk Pintu Langit Sumsel, Wujud Peduli Kesejahteraan Masyarakat
Gejala dan Pencegahan Chikungunya
Pemberdayaan Masyarakat, Baznas Jabar Gelar Yankesling
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 April 2025 - 14:21 WIB

Bakrie Amanah Salurkan Rp 10,2 Miliar dalam Program Ramadan Untuk Negeri 1446 H

Rabu, 19 Maret 2025 - 12:33 WIB

Kasad: Jadikan Peringatan Nuzulul Quran sebagai Momentum Evaluasi Diri

Jumat, 14 Maret 2025 - 15:49 WIB

Forum Gerakan Perempuan, GKR Hemas: Perempuan Harus Ambil Peran dalam Politik

Kamis, 27 Februari 2025 - 18:50 WIB

Ramela Resto Kedepankan Kuliner Indonesia, Hadir di Bandung

Jumat, 14 Februari 2025 - 08:51 WIB

Ini Manfaat dan Jenis Pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis

Berita Terbaru

CATATAN

GEJOLAK KOREA SELATAN MK Tanpa ‘Dissenting Opinion’

Minggu, 6 Apr 2025 - 09:19 WIB