Gubernur Jawa Barat berharap tidak ada satu pun desa di daerah ini yang tidak memiliki hafiz, empat tahun ke depan. Untuk itu, ia mengajak bekerja sama Yayan Adzakia untuk mewujudkan harapannya itu.
DARA | SUKABUMI – Gubernur, Ridwan Kamil, mengajak Yayasan Adzakia bekerja sama untuk memaksimalkan program pemdaprov Jawa Barat, yakni Satu Desa Satu Hafiz Alquran (Sadesa). Daerah ini memiliki sekitar 5.000 desa.
“Kami berharap melalui program Sadesa minimal akan ada satu hafiz Alquran di setiap desa yang ada di Jabar dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia ini,” kata Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, saat menghadiri wisuda 937 hafiz usia anak Yayasan SIT Adzkia Angkatan VII, Kota Sukabumi, Sabtu (26/10/19).
Dia berharap, dalam empat tahun ke depan tidak ada satu pun desa yang tidak punya penghafal Alquran. “Nanti saya titipkan anak-anak desa dari seluruh Jawa Barat, nanti diberikan beasiswa oleh Pak Gubernur untuk sekolah di Adzkia menjadi penghafal Quran.”
Ia mengapresiasi acara wisuda 937 para hafiz (penghafal Alquran) usia anak dari Yayasan SIT Adzkia Angkatan VII. Menurut dia, wisuda para hafiz cilik Yayasan SIT Adzkia ini adalah wisuda penghafal Alquran terbesar yang pernah ia hadiri.
“Saya sangat bangga. Saya belum pernah melihat satu wisuda (hafiz) sebanyak ini. Luar biasa,” ujarnya.
Wisuda para penghafal Alquran ini, menurut dia, sejalan dengan program Sadesa. Selama tujuh tahun Yayasan Adzkia telah melahirkan lebih dari 4.000 hafiz.
“Jawa Barat sekarang sedang disiapkan menjadi provinsi penghafal Quran,” katanya.***
Editor: Ayi Kusmawan