Sebagian besar umat Islam di Indonesia menganut Mazhab Syafii dalam berfikih. Ini alasannya.
DARA | Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, KH Ma’ruf Khozin mengatakan secara geografis, Mazhab Imam Syafi’i disebarkan ke wilayah Asia khususnya Indonesia.
“Indonesia jumlah Muslimnya terbesar di dunia, tentu secara rasional menunjukkan bahwa Mazhab Syafi’i memang menjadi satu yang terbesar,” ujar KH Ma’ruf Khozin dalam acara Daurah Aswaja di Pondok Darussalam Kencong, Pare-Kediri, Jawa Timur, Senin (8/1/2024).
Kiai Ma’ruf Khozin juga menuturkan, terlepas dari penyebaran Mazhab Imam Syafi’i ke Asia dan Indonesia, yang menyebabkan mazhab tersebut lebih dominan dibanding mazhab lainnya di dunia Islam juga telah diprediksi oleh sebuah riwayat.
Menurutnya, riwayat tersebut menyampaikan bahwa salah satu suku Quraisy keilmuannya akan memenuhi isi dunia.
“Menurut Imam Ahmad sosok tersebut tidak lain adalah Imam Syafi’i,” ujarnya seperti dikutip dara.co.id dari situs resmi MUIDigital, Rabu (10/1/2024).
Hal ini berdasarkan dalam suatu riwayat Siyar A’lam Al-Nubala’, 10/271, sebagaimana berikut:
ﻗﺎﻝ ﺃﺣﻤﺪ ﺑﻦ ﺣﻨﺒﻞ: ﺇﺫا ﺳﺌﻠﺖ ﻋﻦ ﻣﺴﺄﻟﺔ ﻻ ﺃﻋﺮﻑ ﻓﻴﻬﺎ ﺧﺒﺮا ﻗﻠﺖ ﻓﻴﻬﺎ ﺑﻘﻮﻝ اﻟﺸﺎﻓﻌﻲ؛ ﻷﻧﻪ ﺇﻣﺎﻡ ﻗﺮﺷﻲ ﻭﻗﺪ ﺭﻭﻯ ﻋﻦ اﻟﻨﺒﻲ: -ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ- ﺃﻧﻪ ﻗﺎﻝ: “ﻋﺎﻟﻢ ﻗﺮﻳﺶ ﻳﻤﻸ اﻷﺭﺽ ﻋﻠﻤﺎ”.
Ahmad bin Hambal berkata “Jika saya ditanya tentang suatu masalah yang tidak saya ketahui tentang hadisnya, maka saya fatwakan dengan fatwa Syafi’i. Sebab beliau adalah seorang Imam dari suku Quraisy. Dan sungguh telah diriwayatkan dari Nabi shallallahu alaihi wasallam “Akan ada satu orang alim dari suku Quraisy yang memenuhi bumi ini dengan ilmunya.”
Editor: denkur