Mulyadi mengaku tidak bangga dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berkantor di Bogor, sementara masih ada masyarakatnya tertinggal dalam gemerlapnya suasana Puncak.
DARA| TASIKMALAYA-Seluruh kader Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dihimbau untuk fokus terhadap penanganan pandemi Covid 19 dan dampak sosial ekonomi.
Hal tersebut disampaikan Ketua DPP dan anggota dewan pembina Partai Gerindra, Mulyadi, Minggu (20/6/2021). Dia juga meminta seluruh kader untuk mematuhi protokol kesehatan (Prokes).
“Fokus dalam penanganan pandemi dan dampak sosial ekonominya, ini pun saya bersuara karena puncak jadi rawan pandemi maka di rapat banggar tetap disuarakan,” ungkapnya.
Sesuai intruksi dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto kepada seluruh kader untuk mematuhi semua protokol kesehatan dan mendukung langkah pemerintah mengatasi pandemi virus corona.
Namun, Mulyadi mengaku tidak bangga dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berkantor di Bogor sementara masih ada masyarakatnya tertinggal dalam gemerlapnya suasana Puncak.
“Dengan 6 juta lebih penduduk Kabupaten Bogor, saya untuk mengklarifikasi terhadap Dirjen PUPR mengenai pembangunan jalur puncak 2,” tuturnya.
Sementara Wakil Sekretaris DPD Partai Gerindra Jawa Barat, Cecep berharap seluruh kader untuk selalu mengedepankan kepentingan masyarakat.
“Intinya (kader) yang duduk di legislatif atau eksekutif harus selalu mengutamakan kepentingan masyarakat,” pungkasnya.
Editor : Maji