Jabar Gratiskan Iuran Bulanan Ratusan SMA/SMK/SLB Negeri

Jumat, 27 Desember 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Humas Jabar

Foto: Humas Jabar

Pendidikan merupakan investasi masa depan. Karena itu Pemprov Jawa Barat  terus mengakselerasi pembangunan bidang pendidikan. Salah satunya, dengan meng gratiskan  iuran bulanan.

 

 

DARA | BANDUNG – Pemprov Jawa Barat  terus mengakselerasi pembangunan bidang pendidikan. Salah satunya, dengan menggulirkan program gratis iuran bulanan yang berlaku di 835 SMA/SMK/SLB negeri.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, saat menghadiri Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Pemeriksaan Kinerja Peningkatan Kualitas Pembelajaran Melalui Penjaminan Mutu dan Implementasi Kurikulum dalam Mewujudkan Wajib Belajar 12 Tahun di Kantor BPK RI Perwakilan Jawa Barat , Kota Bandung, Jumat (27/12/19).

Selain itu, Pemprov Jawa barart juga memberikan Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU) kepada 4.146 SMA/SMK/SLB Swasta dan 1.198 Madrasah Aliyah (MA). “Pendidikan adalah citra bangsa, kalau pendidikan bagus IPM, ekonomi, dan lain- lain indikator akan meningkat. Kami fokus dalam dunia pendidikan. Termasuk pendidikan karakter, karena ingin Jabar Juara Lahir Batin,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ineu Purwadewi Sundari, menyatakan, pendidikan merupakan investasi masa depan. Oleh karena itu, pihaknya akan terus mendukung upaya Pemprov Jawa barat dalam memajukan pendidikan Tanah Pasundan.

“Pendidikan harus kita kejar, karena visi misi pemerintah saat ini adalah memajukan sumber daya manusia,” ujar Ineu.

Sedangkan, Kepala BPK Perwakilan Provinsi Jawa Barat, Arman Syifa, menyebutkan, pemeriksaan LHP terkait dengan urusan pendidikan merupakan bentuk dukungan terhadap program prioritas nasional di bidang pendidikan.  Sementara tujuan pemeriksaan adalah untuk menilai efektivitas upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penjaminan mutu pendidikan dan implementasi kurikulum 2013 dalam mewujudkan wajib belajar 12 tahun.

Dalam LHP, pihaknya memberikan beberapa rekomendasi kepada Pemprov Jawa Barat, pertama, usulan penambahan jumlah pengawas, kepala sekolah, dan guru, sesuai pemetaan bidang GTK. Rekomendasi kedua, menganggarkan penguatan program implementasi kurikulum 2013 untuk seluruh pengawas, kepala satuan pendidikan, dan pendidik.

Kemudian, menginstruksikan TPMP Provinsi untuk lebih optimal dalam melakukan pembinaan, pembimbingan, pendampingan, dan supervisi terhadap satuan pendidikan. “Pendidikan ini bagian tanggung jawab kami terhadap tercapainya tujuan bernegara. Alhamdulillah sudah kami laksanakan, dan hasilnya kami serahkan tadi. Prinsipnya kita mengefektifkan pemeriksaan yang sifatnya kinerja,” katanya.***

Editor: Ayi Kusmawan

Berita Terkait

Menghapus Jenuh Saat Mudik Lebaran, Daop 2 Bandung Sediakan Arena Bermain Anak
PT KAI Daop 2 Bandung Berangkatkan 17.893 Orang, Pucak Mudik Sudah Terlewati
Simak Nih, Pesan Bupati Bandung buat Warganya Yang Mudik Lebaran
Jangan Kirim Parsel ke Gubernur Jabar, Ini Alasannya
Sambut Idulfitri, Festival Dulag Istimewa Berlangsung di Gedung Pakuan
Raih Kemenangan Idul Fitri dengan Film-Film Terbaik dan Seru Hanya di RCTI!
BAZNAS Jabar Gelar Buka Bersama 150 Anak Yatim, Ramadan Jadi Lebih Istimewa
Dokumen Perizinan Eiger Camp Lengkap, KDB Hanya 2% dari Total Lahan yang Dikelola
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Maret 2025 - 21:54 WIB

Menghapus Jenuh Saat Mudik Lebaran, Daop 2 Bandung Sediakan Arena Bermain Anak

Minggu, 30 Maret 2025 - 21:33 WIB

PT KAI Daop 2 Bandung Berangkatkan 17.893 Orang, Pucak Mudik Sudah Terlewati

Minggu, 30 Maret 2025 - 20:27 WIB

Simak Nih, Pesan Bupati Bandung buat Warganya Yang Mudik Lebaran

Minggu, 30 Maret 2025 - 20:17 WIB

Jangan Kirim Parsel ke Gubernur Jabar, Ini Alasannya

Minggu, 30 Maret 2025 - 20:11 WIB

Sambut Idulfitri, Festival Dulag Istimewa Berlangsung di Gedung Pakuan

Berita Terbaru

CATATAN

GEJOLAK KOREA SELATAN MK Tanpa ‘Dissenting Opinion’

Minggu, 6 Apr 2025 - 09:19 WIB