Kapan awal puasa dan bagaimana soal ketersediaan pangan. Bagaimana pula aturan beribadah selama Ramadhan? Begini kata Bupati Bandung HM Dadang Supriatna.
DARA – Soal kapan dimulainya awal Ramadhan, kata bupati, masih menunggu informasi dan instruksi dari pemerintah pusat.
“Kita masih menunggu informasinya,” ujarnya kepada wartawan usai menghadiri sosialisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) penyampaian Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) di Hotel Sutan Raja Soreang Kabupaten Bandung, Senin (31/3/2022).
Lalu masalah ketersediaan pangan, bupati menegaskan, sudah memerintahkan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bandung untuk memastikan ketersediaan kebutuhan pangan saat memasuki bulan suci Ramadhan.
“Jika ada kekurangan persediaan pangan segera melakukan terobosan dan langkah-langkah. Apakah nanti dalam pelaksaannya dengan cara operasi pasar murah dan nanti saya juga akan minta bantuan ke bank bjb dan perusahaan lainnya untuk menggerakan operasi pasar di masing-masing wilayah, sehingga tidak ada kekurangan persediaan pangan,” tuturnya.
Kemudian soal tarawih, kata bupati tetap dilaksanakan, yang tidak boleh itu open house dan buka puasa bersama.
Kata bupati, larangan buka puasa bersama itu untuk menghindari kerumunan. “Kalau buka puasa bersama di bawah 10 orang, itu dikategorikan bisa dilakukan di keluarga masing-masing,” katanya.
Bupati pun sepakat tidak dilaksanakan open house. Silaturahmi bisa dengan cara berkeliling menemui keluarga masing-masing.
Editor: denkur | Wartawan: Trinata