DARA | JAKARTA – Jokowi mulai agresif menyerang Prabowo. Namun, Fadli Zon menganggapnya Jokowi sudah putus asa dengan elektabilitasnya yang stagnan.
Jokowi menjawab Pesimisme, misalnya terkait Indonesia akan bubar dan punah. Ia menilai narasi itu hanya menggiring masyarakat pada pesimisme. “Masak ada yang bilang Indonesia bubar, punah. Bubar sendiri saja, punah sendiri saja. Tapi jangan ngajak-ngajak kita,” ujar Jokowi saat menghadiri silaturahmi dengan paguyuban pengusaha Jawa Tengah di Semarang Town Square, Semarang, Sabtu (2/2/2019).
Jokowi kembali melancarkan serangan. Menyinggung sejumlah hoaks, misalnya hoaks mengenai tujuh kontainer surat suara tercoblos. Juga tentang selang cuci darah RSCM yang disebut oleh Prabowo dipakai hingga 40 kali.
Selain itu, Jokowi juga bicara mengenai hoaks penganiayaan aktivis pendukung Prabowo-Sandi, Ratna Sarumpaet. “Ada lagi yang katanya dianiaya, mukanya babak belur, lalu konferensi pers, menuduh nuduh kita,” kata Jokowi saat menghadiri deklarasi dukungan Koalisi Alumni Diponegoro di Kota Lama, Semarang, Minggu pagi.
Banyak sindiran yang dilontarkan Jokowi dan ditujukan kepada prabowo.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyebut Jokowi telah putus asa meningkatkan elektabilitas. Terlihat dari sikap yang mulai agresif menyerang Prabowo Subianto. “Ada pepatah mengatakan begini, desperate people can do desperate thing. Jadi ini sudah desperado, sudah desperate mungkin karena elektabilitasnya enggak naik-naik. Jadi dengan segala cara untuk menaikan elektabilitas itu,” ujar Fadli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (4/2/2019)
Fadli mengatakan, petahana biasanya paling elegan dalam kontestasi pemilu. Petahana biasanya hanya bicara mengenai kelebihan atau nilai plus pemerintahannya. Bukan malah menyerang lawan politiknya. Menurut Fadli, artinya Jokowi tidak memiliki prestasi yang dibanggakan. Dengan agresif melakukan penyerangan, Jokowi disebut-sebut bertindak seperti oposisi. “Dia seolah-olah menjadi penantang,” kata Fadli.***
Editor: denkur