DARA | BANDUNG — Kabupaten Bandung, Jawa Barat meraih penghargaan Destinasi Wisata Halal Unggulan dari Kementerian Pariwisata. Menteri Pariwisata (Menpar) RI, Arief Yahya, memberikan penghargaan tersebut kepada Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung, Drs Agus Firman Zaini, pada Wonderful Indonesia Halal Tourism Meeting and Conference & Penganugerahan Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2019, di Jakarta, kemarin.
Dalam kesempatan yang sama, 16 kabupaten/kota menyatakan komitmennya untuk bersama-sama mengembangkan wisata halal. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan MoU 16 kepala daerah dengan Kementerian Pariwisata.
Menpar menyebutkan, Indonesia meraih peringkat terbaik dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) 2019. Hal tersebut dapat menjadi dorongan bagi para pelaku industri pariwisata untuk terus bergerak mencapai target sebagai sektor penghasil devisa terbesar di tanah air.
“Pariwisata kini berada di posisi kedua penghasil devisa terbesar bagi Indonesia. GMTI memproyeksikan lima tahun ke depan, muslim traveller spending (pengeluaran wisatawan muslim) dunia mencapai 274 miliar dollar amerika atau tumbuh di atas 7,6% dibandingkan tahun 2017 yaitu sebesar 177 miliar dollar amerika,” kata Menpar.
Arief Yahya juga menyebutkan pentingnya pembentukan regulasi yang suportif dalam upaya memajukan wisata halal. Ia berharap ke depan, IMTI dapat digelar dengan penilaian yang lebih komprehensif. “Kita juga membutuhkan regulasi terkait halal tourism, bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia. Saya berharap, selain penilaian yang lebih komprehensif, IMTI mendorong kerjasama lebih lanjut antara pemerintah pusat dengan instansi-instansi daerah terkait.”
Agus Firman Zaini, menuturkan, Pemkab Bandung sangat peduli terhadap pembangunan di bidang pariwisata. “Kami juga merupakan pelopor pariwisata halal (halal tourism) di kawasan Bandung Raya.
Dalam acara penganugerahan itu, lanjut dia, Rabu (10/4/2019), potensi wisata halal yang ada di Indonesia mendapat apresiasi dari para praktisi wisata mancanegara. “Apresiasi terutama datang dari praktisi pariwisata halal asal Timur Tengah. Ini membuktikan Indonesia cukup dikenal di mancanegara, sebagai destinasi halal tourism.”
Penghargaan yang didapat Kabupaten Bandung tersebut, membuat pihaknya berencana merancang aksi untuk Halal Tourism 2019-2025. Rancangan itu akan dituangkan ke dalam bentuk naskah akademik dan draf rancangan peraturan daerah (Raperda).
Selain itu, tambah Agus Firman, terlebih dahulu akan ada beberapa sosialisasi. Di antaranya terkait halal tourism, sertifikasi produk halal bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta standarisasi jasa layanan halal.
Sejauh ini para wisatawan muslim yang datang ke Kabupaten Bandung, lanjut Agus, sudah memperoleh kemudahan dalam mendapatkan fasilitas halal, mulai dari makanan dan minuman, tempat beribadah, hingga tempat untuk kebutuhan pribadi seperti toilet. Ia bersyukur Bupati Bandung berkomitmen tinggi dan mendukung halal tourism, salah satunya sudah tercantum dalam visi misi Kabupaten Bandung yaitu religius, kultural, dan berwawasan limgkungan.
“Nah, poin religius inilah salah satunya yang mendasari halal tourism untuk diimplementasikan di Kabupaten Bandung,” katanya.***
Editor: Ayi Kusmawan