Bencana banjir bandang yang menerjang Kecamatan Leles dan Agrabinta, Cianjur, Jawa Barat beberapa hari lalu, tak hanya menyisakan kesedihan, tapi juga ada cerita yang tak dapat dilupakan bagi warga yang terdampak bencana itu.
DARA | CIANJUR – Alamsyah (26), warga Kampung Jajaway, Desa Pusaksari, Kecamatan Leles, menceritakan detik-detik banjir bandang yang menerjang dan merendam rumahnya selama lebih kurang tiga jam
Kejadiannya berawal dari hujan deras yang turun sejak pukul 17.00 WIB. Menjelang magrib hujan tak berhenti dan warga mulai diperingatkan karena anak sungai Cisokan yakni Sungai Cileles, debit airnya mulai meningkat.
“Kami sudah diperingatkan, karena lebih kurang pukul 20.00 WIB air sudah melewati jembatan dan arusnya cukup deras. Warga mulai mengungsi ke tempat yang lebih tinggi,” ujar Alamsyah, kepada wartawan, Rabu (7/10/2020).
Alamsyah sempat terjebak sekitar 100 meter dari rumahnya. Ia sempat menunggu hingga pukul 23.00 WIB untuk menunggu air deras mereda.
Di tempat lain, tepatnya di lokasi pasar malam belakang Desa Pusakasari, seorang warga sempat terjebak di mainan trampolin anak. Saat air mulai naik ia panik dan malah loncat ke tempat mainan trampolin.
“Warga berjibaku menolongnya, yang membuat susah mainan trampolin itu dikelilingi oleh jaring,” ujar Alamsyah.
Alamsyah mengatakan air mulai naik setinggi satu meter. “Alhamdulilah warga berhasil menyelamatkan dia,” katanya.
Alamsyah mengatakan, saat tiba di rumah semua keluarganya sudah mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.
“Saya tak sempat menyelamatkan harta benda, air sudah merendam rumah sekitar 1,5 meter,” katanya.
Alamsyah mengatakan, hujan deras yang menyebabkan rumah terendam baru pertama kali terjadi kali ini. “Sebelumnya sempat terjadi banjir tapi tak separah ini,” ujarnya.
Seorang warga lainnya, Nazmudin (54), mengatakan, ia sempat melihat derasnya air meloncat dari sungai ke jalan. Di jalanan masih ada beberapa kendaraan yang melintas. Beruntung tak ada kendaraan atau pengendara yang tersapu derasnya air.
“Menjelang dinihari warga mengetahui adanya longsor yang menutup jalan, pagi hari warga baru berani keluar tempat pengungsian, dan melihat banjir serta longsor,” katanya.
Hingga saat ini di Kampung Jajaway masih ada tiga keluarga yang mengungsi di tempat tinggi karena rumahnya rusak terendam air.***
Editor: denkur