Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) survey penilaian akreditasi pada BLUD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palabuhanratu. Jumat (27/1/22).
DARA | Akreditasi ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan, keselamatan dan perlindungan pasien, meningkatkan sumber daya manusia rumah sakit, serta mendukung program pemerintah di bidang kesehatan.
Ketua Surveyor KARS dr Pandith Aribowo mengatakan, akreditasi mutu pelayanan yang dilakukan KARS dilaksanakan setiap tiga tahun sekali, namun tidak terlepas dari survei rutin setiap tahun. Dimaksudkan agar rumah sakit dapat mengikuti standar nasional.
Kata dr Pandith, RS Palabuhanratu harus menciptakan pembeda diantara rumah sakit lain di Kabupaten Sukabumi dengan menyesuaikan potensi yang dimiliki, diataranya menginisiasi menjadi rumah sakit wisata tourism hospital dan sebagainya.
“Jadi setiap pasien yang berkunjung kesini bisa mendapatkan banyak hal, karena RS Palabuhanratu sangat berpotensi, selain wilayahnya yang luas juga pengunjung nya banyak,” ujar dr Pandith.
Berikut yang dinilai:
-Sasaran keselamatan pasien (SKP),
-Akses ke rumah sakit dan kontinuitas (ARK),
-Hak pasien dan keluarga (HPK), -Asesmen pasien (AP),
-Pelayanan asuhan pasien (PAP), -Pelayanan anestesi dan bedah (PAB),
-Pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat (PKPO).
dr Pandith berharap, analisa kajian itu diharapakan bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi derajat kesehatan di Kabupaten Sukabumi.
Sementara itu, Dirut RSUD Palabuhanratu, Dr Luhung Budiailmiawan berharap akreditasi berdampak terhadap kualitas pelayanan kesehatan yang prima, sehingga bisa menjadikan rumah sakit yang berkualitas.
“Akreditasi ini tidak hanya cukup mendapatkan paripurna tetapi kita akan lakukan budaya keselamatan pasien ini untuk dilakukan dengan kebiasaan sehari-hari,” ujarnya.
Sementara itu Bupati Sukabumi H Marwan Hamami mengatakan, hasil dari akreditasi yang dilakukan oleh KARS bisa menjadi satu peningkatan layanan terhadap kepuasan derajat kesehatan masyarakat. Apalagi RS Palabuhanratu ini menjadi RS alternatif bagi pasien yang berasal dari banten.
RS satu-sarunya yang berada di ibu kota Kabupaten Sukabumi tersebut menjadi harapan Bupati Marwan, untuk bisa berkontribusi baik dari kebijakan ataupun harapan bagi masyarakat.
“Semoga dengan akreditasi ini terus bisa meningkatkan kekurangan rumah sakit untuk diperbaiki dan yang perlu ditingkatkan agar terus didorong,” katanya.
Editor: denkur
Foto: Istimewa