“Kami telah melaporkan kejadian ini ke Polres Cianjur. Klien kami ini merupakan para ketua kelompok arisan yang memiliki anggota 100 hingga 200 orang,” kata Basyir Siregar.
DARA | CIANJUR – Aksi dugaan penipuan berkedok beragam arisan, seperti arisan umroh, barang elektronik, kendaraan bermotor, hingga hewan kurban menimpa sejumlah warga. Akibatnya para korban mengalami kerugian mulai dari ratusan juta rupiah hingga miliaran rupiah.
Tak hanya berasal dari Cianjur, para korban penipuan beragam arisan yang dikelola terduga pelaku HA alias Ani (46) warga Kampung Tipar Kaler, Desa Limbangansari, Kecamatan/Kabupaten Cianjur, Jawa Barat itu, juga ada yang berasal dari Sukabumi, Bogor, dan Bandung.
Sejumlah korban sudah melaporkan dugaan aksi penipuan itu ke Polres Cianjur, Jawa Barat. Pasalnya paket arisan yang telah dijanjikan terduga pelaku tak kunjung terealisasi sampai tenggat waktu yang telah disepakati kedua belah pihak, yaitu 31 Juli 2020.
Kuasa hukum pelapor Basyir Siregar menyebutkan, saat ini baru tiga orang yang telah memberikan kuasa kepada pihaknya untuk membuat laporan polisi.
“Kami telah melaporkan kejadian ini ke Polres Cianjur. Klien kami ini merupakan para ketua kelompok arisan yang memiliki anggota 100 hingga 200 orang,” kata Basyir, kepada wartawan, Minggu (2/8/2020).
Basyir mengatakan, ketiga kliennya itu mengaku telah menyetor uang kisaran Rp 500 juta hingga Rp 3 miliar kepada pihak terlapor pada Maret lalu. Namun, paket arisan yang sedianya harus dicairkan pihak terlapor tak kunjung dilakukan.
“Jadi, pihak terlapor ini sebagai pengelola arisan berupa investasi sejumlah barang, seperti alat elektronik, perabot rumah tangga, hingga paket kurban dan jenis paket arisan lainnya,” terang Basyir.
Pihaknya menyebutkan, kelompok arisan yang dikelola HA ini sudah berjalan sejak 2015. “Namun, informasi dari klien kami, mulai 2018 sudah macet,” katanya.
Sementara itu, Polres Cianjur medirikan posko pengaduan bagi para korban penipuan beragam arisan di ruang Satreskrim, Mapolres Cianjur, Jalan KH Abdullah bin Nuh, Nagrak, Cianjur, Sabtu (1/8/2020).
Pembukaan posko pengaduan itu sebagai tindak lanjut atas laporan sejumlah korban penipuan dengan modus beragam arisan. Kapolres Cianjur, AKBP Juang Andi Priyanto, mengatakan jajarannya telah menerima laporan polisi dari sejumlah korban dugaan penipuan itu.
“Kami telah menerima sejumlah laporan polisi dari beberapa korban dugaan penipuan itu. Untuk mempermudah kami pun mendirikan posko pengaduan bagi para korban,” ujarnya.
Tak hanya mendirikan posko pengaduan, kata Juang, Polres Cianjur juga membentuk tim khusus untuk menangani dugaan kasus penipuan yang dilakukan terduga pelaku warga Kampung Tipar Kaler, Desa Limbangansari, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur.
“Tim khusus juga kami bentuk, untuk melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap terduga pelaku. Kami imbau terduga pelaku agar kooperatif dengan petugas dengan segera menyerahkan diri untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” jelasnya.***
Editor: Muhammad Zein