Luncurkan Program Gadai Peduli, Pemprov Jabar Teken MoU dengan Pegadaian dan PT Pos

Selasa, 5 Mei 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil menandatangani MoU terkait fasilitasi pinjaman bagi warga Jabar di masa pandemi Covid-19, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (4/5/2020). (Foto: Humas Pemprov Jabar)

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil menandatangani MoU terkait fasilitasi pinjaman bagi warga Jabar di masa pandemi Covid-19, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (4/5/2020). (Foto: Humas Pemprov Jabar)

“Dalam konteks kemandirian inilah kita mengimbau agar warga yang mampu jangan jadi golongan tangan di bawah (meminta), tapi bertahan dengan harta dan asetnya,” kata Ridwan Kamil.


DARA | BANDUNG – Abdullah Gymnastiar atau akrab disapa Aa Gym pernah menyampaikan, yakinlah bahwa rezeki setiap makhluk hidup sudah diatur termasuk di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) dan masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini.

Aa Gym pun mengajak kepada seluruh umat Islam khususnya, agar jangan ragu untuk Mantap (Makan Tabungan), meski habis peruntukannya memang untuk di pakai. Aa Gym mengatakan, jangan takut juga untuk Manset (Makan Aset) kalau memang tabungan sudah benar-benar habis, bahkan ketika harus menggadaikan atau menjual handphone.

“Yang penting yakin terus kepada Allah SWT. Nanti ada waktunya rezeki dan bicara, (Mantap dan Manset) seperti ini pun ikhtiar,” ujar Aa Gym yang disampaikan pada saat Live Instagram bersama Gubernur Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Senada dengan Aa Gym, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pun mendorong masyarakat Jabar memiliki semangat kemandirian dan solidaritas sosial dengan menolong sesama manusia dalam berjuang di tengah pandemi.

“Dalam konteks kemandirian inilah kita mengimbau agar warga yang mampu jangan jadi golongan tangan di bawah (meminta), tapi bertahan dengan harta dan asetnya,” kata Ridwan Kamil melalui siaran pers yang diterima wartawan, Selasa (5/5/2020).

Ridwan Kamil pun telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Pegadaian, Perum Bulog, dan PT Pos Indonesia terkait fasilitasi pinjaman bagi warga Jabar di masa pandemi Covid-19, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (4/5/2020).

Gubernur yang akrab disapa Emil itu menuturkan, jika memang tabungan sudah tidak cukup, maka bisa mengelola aset yang dikerjasamakan dengan Pegadaian.

“Disinilah peran Pegadaian itu ada, supaya orang bisa mandiri, tidak masuk kelompok penerima bansos (bantuan sosial),” ucapnya.

Menurut Emil, alokasi untuk bansos sebagai bagian dari Jaring pengaman sosial dapat menyedot habis anggaran Jabar untuk penanganan Covid-19. Sementara fokus Pemerintah Provinsi Jabar adalah penanggulangan darurat kesehatan.

Untuk itu, dirinya menilai PT Pegadaian, Perum Bulog, dan PT Pos Indonesia memiliki peran dalam membantu penanggulangan dampak Covid-19 di Jabar.

Emil pun mengimbau Ketua Divisi Kemitraan dan Penggalangan Bantuan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar, Dani Ramdan untuk segera menyosialisasikan program Gadai Peduli lewat aplikasi Sapa Warga.

Lewat program itu, PT Pegadaian bisa memberikan bantuan pinjaman hingga maksimal Rp 1.000.000 dengan menggadaikan handphone, televisi, hingga perhiasan.

“Nah kalau pakai teori bantuan Rp 1 juta ini, (warga) bisa bertahan minimal dua bulan, (bisa) membeli sembako yang hemat,” ujar Emil.

Orang nomor satu di Jabar itu, menilai program fasilitasi pinjaman bagi warga Jabar ini bisa membantu Pemprov Jabar. Bantuan dan kolaborasi dari perusahaan maupun pihak lain pun termasuk bagian dari bela negara.

Penandatangan kerja sama dengan Pemprov Jabar dilakukan langsung oleh Direktur Utama PT Pegadaian Kuswiyoto, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jabar Benhur Ngkaimi, dan Kepala Regional V Jabar dan Banten PT Pos Indonesia Helly Siti Halimah.

Sementara itu, Ketua Divisi Kemitraan dan Penggalangan Bantuan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar, Dani Ramdan mengatakan, tujuan dari MoU ini yaitu meringankan beban warga Jabar di masa pandemi Covid-19 melalui fasilitas pinjaman dalam rangka program Gadai Peduli.

Fasilitas antara lain berupa bebas biaya sewa modal selama tiga bulan dan penyediaan voucher barang pokok yang penting.

“Peran dari Perum Bulog yaitu pengadaan bahan pangan pokok. Sedangkan PT Pos Indonesia bertugas mendistribusikan penyaluran bahan pangan pokok dan pemberian tempat pembayaran angsuran pinjaman dan atau pengembalian barang jaminan,” kata Dani.***

 

Editor: Muhammad Zein

Berita Terkait

Lokasi Mobil SIM Keliling di Kabupaten Bandung, Kamis 27 Februari 2025
Lokasi Mobil SIM Keliling di Kota Bandung, Kamis 27 Februari 2025
BAZNAS Jabar Salurkan Paket Munggahan untuk Kurir Pos, PT Pos Ajak Karyawan Berinfak
Lokasi Mobil SIM Keliling di Kabupaten Bandung, Rabu 26 Februari 2025
Lokasi Mobil SIM Keliling di Kota Bandung, Rabu 26 Februari 2025
Waduh, Banyak Remaja di Kabupaten Bandung Terjerat Narkoba, Bikin Miris Ketua TP PKK
Lokasi Mobil SIM Keliling di Kabupaten Bandung, Selasa 25 Februari 2025
Lokasi Mobil SIM Keliling di Kota Bandung, Selasa 25 Februari 2025
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Februari 2025 - 06:31 WIB

Lokasi Mobil SIM Keliling di Kota Bandung, Kamis 27 Februari 2025

Rabu, 26 Februari 2025 - 11:09 WIB

BAZNAS Jabar Salurkan Paket Munggahan untuk Kurir Pos, PT Pos Ajak Karyawan Berinfak

Rabu, 26 Februari 2025 - 06:12 WIB

Lokasi Mobil SIM Keliling di Kabupaten Bandung, Rabu 26 Februari 2025

Rabu, 26 Februari 2025 - 06:09 WIB

Lokasi Mobil SIM Keliling di Kota Bandung, Rabu 26 Februari 2025

Selasa, 25 Februari 2025 - 11:53 WIB

Waduh, Banyak Remaja di Kabupaten Bandung Terjerat Narkoba, Bikin Miris Ketua TP PKK

Berita Terbaru