“Di desa kami total terdapat lebih dari 3.000 KK dan tersebar di 16 RW. Untuk warga yang terdata dan mendapatkan bantuan langsung tunai dari Kemensos, sejauh ini ada 73 KK. Kemudian alokasi bantuan dari provinsi tahap I diberikan kepada 216 KK dan tahap II ke 648 KK berupa bantuan sembako plus uang tunai Rp 150.000,” ungkap Yono Maryono.
DARA | BANDUNG – Sebanyak 190 kepala keluarga (KK) di Desa/Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, terpaksa harus dicover oleh Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari desa. Pasalnya, mereka tak mendapat bantuan baik dari pemerintah pusat, Kemensos, provinsi, ataupun kabupaten, padahal mereka adalah warga yang juga terdampak langsung Covid-19.
Kepala Desa Lembang Yono Maryono mengatakan, dampak pandemi Covid-19 pihaknya mengalokasikan BLT desa kepada 190 KK yang memang tidak dapat bantuan dari pusat, provinsi, dan kabupaten. Nilai bantuannya sama dengan nominal bantuan dari Kemensos, yakni Rp 600.000 per KK tiap bulan dan diberikan selama tiga bulan.
“Di desa kami total terdapat lebih dari 3.000 KK dan tersebar di 16 RW. Untuk warga yang terdata dan mendapatkan bantuan langsung tunai dari Kemensos, sejauh ini ada 73 KK. Kemudian alokasi bantuan dari provinsi tahap I diberikan kepada 216 KK dan tahap II ke 648 KK berupa bantuan sembako plus uang tunai Rp 150.000,” ungkap Yono di Lembang, Rabu (10/6/2020).
Sementara untuk bantuan sembako dari Pemkab Bandung Barat pada tahap awal hanya mengcover 30 KK dan tahap kedua 666 KK. Namun ternyata, lanjut Yono, masih ada warga kurang mampu dan terdampak Covid-19 yang butuh bantuan.
“Kami kan tidak bisa lepas tangan begitu saja, apalagi dari hasil verifikasi petugas kewilayahan seperti RT dan RW mereka juga layak dibantu. Kebanyakan adalah pekerja di sektor wisata, pedagang, dan buruh harian lepas yang tidak bisa bekerja karena Covid-19 dan adanya PSBB,” ujarnya.
Menurutnya, di masa pandemi Covid-19 ini pihaknya juga telah mengalokasikan anggaran Rp200 juta dari dana desa. Hal tersebut sesuai dengan instruksi dan surat edaran dari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar yang menyebutkan jika 30 persen dana desa bisa dialokasikan untuk penanganan Covid-19.
“Anggaran itu kami pergunakan sesuai aturan untuk pencegahan dan penanganan dampak Covid-19. Walaupun konsekuensinya anggaran kegiatan pemberdayaan dan pembangunan infrastruktur di kami jadi berkurang,” pungkasnya.
Berdasarkan data, di KBB kuota bansos tunai ada sebanyak 32.000 lebih, yang sudah turun dan mendapat SK dari Kemensos ada sekitar 12.635 KPM.
Acuan data yang dipakai memakai Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan non DTKS. Sisanya sekitar 20.000 lagi dicairkan bertahap dan itu di luar data yang nantinya dicover bantuan provinsi Jabar dan kabupaten. Sedangkan di tahap II, Pemkab Bandung Barat berencana mengalokasikan sebanyak 45.000 sembako untuk warga.***