Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Bandung Barat (KBB) hingga kini masih kesulitan mengumpulkan dokumen sejarah pembentukan KBB.
DARA | Penjabat Bupati Bandung Barat, Arsan Latif mengintruksikan untuk membuat Buku Sejarah Pembentukan Kabupaten Bandung Barat dengan biaya bersumber dari APBD KBB tahun 2024.
Buku Sejarah ini, akan memuat tentang perjalanan panjang pembentukan daerah baru, hasil pemekaran dari Kabupaten Bandung ini.
“Pak Pj Bupati Arsan Latif, telah memberikan instruksi untuk menyusun buku sejarah yang akan menggunakan anggaran tahun 2024. Buku ini berisikan arsip, foto-foto dan dokumen penting lainnya, yang mengabadikan perjalanan sejarah para pelaku utama di wilayah ini,” kata Kepala Disarpus KBB, Heri Partomo, Kamis (8/2/2024).
Menurutnya, pembuatan buku sejarah tersebut merupakan upaya memelihara warisan sejarah KBB. Sekaligus melengkapi koleksi buku Disarpus.
Diakuinya, upaya yang dilakukan untuk kelengkapan dokumen membuat Buku Sejarah Pembentukan KBB ini belum lengkap sepenuhnya.
Pihaknya akan terus berusaha untuk melengkapi data-data terkait sejarah berdirinya Kabupaten Bandung Barat tersebut.
Tentunya, hal itu tidak bisa dilakukan sendiri oleh Disarpus. Melainkan, harus dikerja samakan dengan dukungan semua pihak.
“Kami yakin dapat mempersembahkan warisan berharga ini untuk generasi mendatang,” kata Heri.
Ia mengakui jika selama berdirinya Bandung Barat, pihaknya belum pernah membuat Buku Sejarah KBB. Sangat ironis dengan posisi Disarpus yang semestinya memiliki dokumen lengkap tentang pembentukan KBB.
“Kami sebagai salah satu sektor terkemuka dalam pengelolaan Arsip, bertekad untuk mengumpulkan data yang komprehensif sejak berdirinya wilayah ini,” ujarnya.
Selaon Buku Sejarah, rencananya Disarpus akan membangun Ruang Diorama untuk memperkenalkan Sejarah Bandung Barat.
“Alhamdulillah, anggaran telah dialokasikan meskipun tidak sebesar yang diharapkan. Melalui proyek ini, kami berusaha untuk menciptakan diorama yang memperlihatkan perjalanan sejarah Bandung Barat dari masa lalu hingga kini,” tuturnya.
Editor: denkur | Keterangan gambar: Heri Partomo (Foto: Ist)