Sejumlah masyarakat di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, masih kedapatan membuang sampah ke sungai. Bahkan, perilaku negatif itu tetap dilakukan ditengah kondisi curah hujan yang cukup tinggi.
DARA | CIANJUR – Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur Mokhamad Irfan Sofyan menuturkan, perilaku tersebut seakan sudah menjadi “budaya” atau kebiasaan yang turun temurun.
“Masyarakat Cianjur masih memiliki pemikiran kalau membuang sampah ke sungai saat hujan deras, tidak apa-apa, akan aman-aman saja. Padahal kan tidak demikian,” kata Irfan kepada wartawan, Kamis (5/11/2020).
Kebiasaan tersebut harus diubah karena salah, kata Irfan, seraya menambahkan, dalam kondisi apapun membuang sampah ke sungai dan saluran air lainnya akan memicu banjir.
“Mungkin di lingkungannya aman tidak terjadi banjir meski buang sampah ke sungai. Namun, bagaimana dengan mereka yang tinggal di hilir, mereka tentu yang akan terdampak,” ujar dia.
Terlebih, kondisi Cianjur saat ini sedang curah hujan tinggi, sehingga apabila debit air sungai naik dan banyak sampah bisa dipastikan terjadi banjir karena aliran air tersumbat.
“Sepanjang 2020 saja telah terjadi 23 kali bencana banjir disejumlah tempat dan menelan 6 korban jiwa,” kata Irfan.
BPBD Cianjur sendiri melalui relawan tanggap bencana di masing-masing desa dan lingkungan ke-RT-an tengah menggiatkan gotong-royong membersihkan lingkungan.
“Dibeberapa tempat sudah mulai berjalan. Kerja bakti dan jumsih (Jumat beberesih), salah satunya membersihkan saluran air dari keberadaan sampah-sampah,” ujarnya.***
Editor: denkur