OKI Menyulap Rawa Jadi Ikon Wisata

Rabu, 24 Maret 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto: erwandi/dara.co.id

foto: erwandi/dara.co.id

DARA | OKI — Wisata air bakal menjadi ikon kepariwisataan Kayu Agung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Kawasan seluas 3 Hektare di jalan lintas Tmur Kayuagung itu semula merupakan daerah rawa tampungan alami debit air yang dipoles menjadi destinasi berkonsep konservasi air.

“Alhamdulilah setelah diusulkan sejak tahun 2015, tuntas pembangunannya di tahun 2020, masyarakat OKI berterimakasih kepada Kementrian PU PR melalui Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII” Ungkap Iskandar saat meresmikan Embung Konservasi di Kayuagung.

Iskandar mengatakan sebagai wilayah yang berkontur rawa, tata kelola air sangat diperlukan.

“Secara alami wilayah lebak seperti OKI ini membutuhkan water manajement yang baik. Karena sifat alami rawa yang kering ketika kemarau dan berlimpah air ketika hujan” terang nya.

Karena itu dia berharap Kementrian PU menambah lagi embung-embung lainnya di OKI melalui program 1.000 embung.

Selain untuk menjaga ekosistem rawa, embung Kayuagung juga menjadi ruang terbuka baru bagi interaksi sosial dan ekonomi di Kota Kayuagung yang merupakan penyangga Kota Palembang.

“Embung Kayuagung ini akan menjadi referensi edukasi konservasi air modern bagi semua orang tidak hanya warga OKI saja,” terang Iskandar.

Tak hanya menyajikan panorama danau buatan nan asri, di komplek embung bakal dibangun sejumlah sarana sarana edukasi tentang konservasi air secara lengkap.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII, Ir. Birendrajana, MT mengatakan Embung di bangun dengan luas kawasan mencapai 3 Hektare dan mampu menampung air sebanyak 40.000 meter kubik dengan saluran drainase mencapai 2.680 m hingga ke sungai batun.

“Embung ini merupakan cadangan air untuk mengantisipasi kekeringan di musim kemarau, juga untuk recharge air tanah untuk konservasi sumber daya air, pengendalian banjir serta mempertahankan kawasan gambut lahan basah” terangnya.

Di kawasan embung yang berseberangan lokasinya dengan Balai Penelitian Pertanian Sumsel itu, nantinya juga akan dibuat sebagai pusat agro wisata.

“Tak hanya menyajikan panorama danau buatan nan asri, di komplek embung bakal dibangun sejumlah sarana sarana edukasi tentang konservasi air serta agro wisata”kata Biendera.

Berita Terkait

Tiga Acara Terbaik Jabar Masuk Karisma Event Nusantara 2025
Disparbud Jabar Pastikan Pekan Kebudayaan dan Pembinaan SDM di Kawasan Wisata Tetap Berjalan
Wisatawan ke Jawa Barat Meningkat Signifikan Sepanjang 2024, Simak Data BPS Berikut
Enchanting Valley: Destinasi Baru di Puncak yang Wajib Dikunjungi
Opaper dan Disparbud Jabar Gagas ‘Ceria’, Cari Olahan Nusantara untuk Dibawa ke Australia
Kunjungan Wisman Sepanjang 2024 Meningkat 20 Persen, 2025 Akan Pasarkan off-the beaten-track
Anggota Polsek Pagerageung Rela Berkorban Selamatkan Wisatawan di Pantai Pangandaran
Polsek Cikelet Patroli Objek Wisata Pantai Santolo, Pastikan Keamanan Pengunjung
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Februari 2025 - 11:02 WIB

Tiga Acara Terbaik Jabar Masuk Karisma Event Nusantara 2025

Minggu, 23 Februari 2025 - 15:07 WIB

Disparbud Jabar Pastikan Pekan Kebudayaan dan Pembinaan SDM di Kawasan Wisata Tetap Berjalan

Selasa, 4 Februari 2025 - 13:48 WIB

Wisatawan ke Jawa Barat Meningkat Signifikan Sepanjang 2024, Simak Data BPS Berikut

Minggu, 26 Januari 2025 - 12:00 WIB

Enchanting Valley: Destinasi Baru di Puncak yang Wajib Dikunjungi

Kamis, 23 Januari 2025 - 17:09 WIB

Opaper dan Disparbud Jabar Gagas ‘Ceria’, Cari Olahan Nusantara untuk Dibawa ke Australia

Berita Terbaru

Foto: Istimewa

JABAR

Pemkab Sukabumi Sambut Ramadan 1446 H

Jumat, 28 Feb 2025 - 20:01 WIB

Foto: Istimewa

BANDUNG UPDATE

Observatorium Bosscha ITB Pantau Hilal Awal Ramadan 1446 H

Jumat, 28 Feb 2025 - 16:38 WIB

Ilustrasi (Foto: NU Online)

HIKMAH

Doa Mengawali Bulan Ramadhan

Jumat, 28 Feb 2025 - 16:32 WIB