Kebutuhan darah di Kabupaten Cianjur mencapai 1500 labu per bulan. Bahkan, jumlah itu bisa mencapai 2000 labu per bulan saat permintaan pasien meningkat.
DARA|CIANJUR– Ketersediaan Stok darah di unit transfusi darah (UTD) PMI dan sejumlah rumah sakit di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat di masa pandemi Covid-19 saat ini semakin minim.
Minimnya ketersediaan darah itu, di antaranya akibat adanya kekhawatiran dari para sukarelawan atau pendonor akan terpapar Covid-19 serta adanya pemberlakuan pembatasan bagi masyarakat yang diterapkan pemerintah sebagai upaya mencegah penyebaran dan penularan Covid-19.
Kepala UTD PMI Kabupaten Cianjur, dr Sanny Sanjaya, mengatakan kebutuhan darah di Kabupaten Cianjur mencapai 1500 labu per bulan. Bahkan, jumlah itu bisa lebih hingga mencapai 2000 labu per bulan saat permintaan pasien meningkat.
“Saat ini baru dapat terpenuhi sekitar 1000 labu per bulan. Kondisi ini juga tak lepas dari situasi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung. Banyak sukarelawan atau pendonor yang khawatir terpapar saat melaksanakan donor darah serta adanya penerapan pembatasan masyarakat, seperti berkerumunan sebagai upaya mencegah penyebaran dan penularan Covid-19,” kata Sanny, kepada wartawan, Selasa (1/6/2021).
Meskipun begitu, lanjut Sanny, pihaknya tetap berusaha untuk meyakinkan masyarakat agar tidak ragu dan khawatir untuk melakukan donor darah di tengah masa pandemi.
Upaya yang dilakukan untuk meyakinkan masyarakat itu, di antaranya dengan diseminasi, dan menggalang kerjasama dengan sejumlah pihak, baik pemerintah, swasta ataupun kelompok.
“Kami sangat menjamin untuk pelaksanaan atau proses donor darah yang dilakukan sudah memenuhi standar pencegahan Covid-19 dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Sehingga potensi penularan atau penyebaran Covid-19 dapat diminimalisir,” jelasnya.
Sanny menyebutkan, saat ini untuk memenuhi kebutuhan atau ketersediaan darah di wilayahnya dengan mengandalkan pendonor pengganti atau donor keluarga.
“Donor keluarga yang saat ini banyak dilakukan untuk memenuhi kebutuhan darah bagi para pasien. Semoga saja kondisi ini dapat segera teratasi dan ketersediaan darah dapat kembali normal,” tandasnya.
Editor : Maji