“Ya alhamdulillah, jadi beda sama TPS lain. Pemilih juga jadi antusias. Mungkin juga karena calonnya sudah pada tahu. Jadi terlihatlah, segi masyarakat, sangat antusias,” tuturnya.
DARA – Menjadi panitia kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) memang menjadi kebanggaan tersendiri, biasanya mereka mempersiapkan seragam atau kostum yang akan dikenakan pada saat bertugas di tempat pemungutan suara (TPS).
Seperti pada Pilkades serentak Kabupaten Bandung, di TPS 06 Desa Pamekaran, Kecamatan Soreang, panitia KPPSnya terlihat unik dan menarik karena menggunakan pakaian adat sunda lengkap dengan APD lengkap berupa masker, sarung tangan karet, dan face shield.
Panitia KPPS yang terdiri dari enam orang laki-laki dan satu orang wanita itu kompak mengenakan busana layaknya pager bagus dan pager ayu dalam pesta pernikahan. Mereka tampak cantik dan tampan dengan busana tersebut, terlebih, mereka dengan ramah melayani setiap warga yang datang untuk menyalurkan hak pilihnya.
“Kami sengaja menggunakan busana adat sunda ini untuk menyambut kedatangan Pak Bupati dan jajarannya yang datang meninjau kesini,” kata Ketua KPPS 06 Desa Pamekaran, Sopian Hadi disela kesibukannya bertugas di TPS, Rabu (20/10/2021).
Meski memakai pakaian adat, Sopian mengatakan pihaknya tetap melaksanakan prokes dengan ketat, sebab saat ini masih dalam situasi pandemi covid-19 meskipun kasusnya sudah melandai.
“Tetap taat prokes, itu yang utama, karena yang datang ke TPS ini kan banyak orang kita juga nggak tahu ada yang sakit atau tidak,” ujarnya.
Sopian mengatakan pihaknya mempersiapkan busana dan dekorasi tersebut dalam waktu yang singkat yaitu dari H-1 Pilkades, bukan hanya busana panitianya, tetapi juga dekorasi ruangan GOR yang dipakai sebagai TPS.
Dekorasi ruangan TPS pun dibuat seperti pesta pernikahan, dengan hiasan ornamen bunga palsu berwarna putih yang dipasang pada besi gapura pintu masuk yang menambah nuansa layaknya acar resepsi. Hal itu membuat suasana di TPS tampak lebih santai dan tidak menegangkan meskipun kental aroma politik.
Panitia pun tampak ramah saat melayani kedatangan pemilih. Mereka mengantar pemilih hingga sampai ke bilik suara.
“Ya alhamdulillah, jadi beda sama TPS lain. Pemilih juga jadi antusias. Mungkin juga karena calonnya sudah pada tahu. Jadi terlihatlah, segi masyarakat, sangat antusias,” tuturnya.
Selain menggunakan busana adat, untuk menambah antusias warga, panitia pun mendatangi rumah warga secara langsung. Meski begitu, pihaknya pun tidak dapat memaksa apabila pemilih tidak datang ke TPS.
“Kalau mau nyoblos atau tidak itu sepenuhnya hak warga, yang penting kita sudah mengingatkan dan menjalankan tugas kita,” pungkasnya.
Editor : Maji