Bupati Subang H Ruhimat menerima kunjungan para camat dan kepala desa yang wilayahnya terdampak langsung pembangunan pelabuhan Patimban.
DARA – Pertemuan yang digelar di rumah dinas bupati itu membahas seputar berbagai masalah dan ususlan terkait pembentukan dan mekanisme tenaga kerja bongkar muat pelabuhan Patimban.
Diungkapkan mekanisme itu harus bisa mengakomodir kepentingan warga setempat dan masyarakat Kabupaten Subang. Begitu usulan yang dibawa para camat dan kepala desa.
Selain itu, sejumlah camat juga mengutarakan berbagai usulannya, seperti yang dilontarkan Camat Pusakajaya, agar ada pembenahan insfrastruktur dan akses langsung menuju pelabuhan Patimban serta pelatihan untuk peningkatan keahlian masyarakat.
Selain itu mengusulkan agar hadirnya Patimban mampu mengakomodir warga Subang untuk bekerja di area pelabuhan tersebut.
Sejumlah kepala desa turut menyampaikan aspirasinya, diantaranya terkait tuntutan ganti rugi tanah retak yang belum terselesaikan sampai saat ini.
Juga partisipasi masyarakat setempat yang kurang terakomodasi akibat minimnya akses dan kesempatan yang diberikan pihak perusahaan atau kontraktor kepada warga sekitar.

Kang Jimat sapaan akrab Bupati Subang mengungkapkan, sudah ada 5 TKBM yang sudah diajukan.
“Pada prinsipnya belum ada yang direkomendasikan, akan saya pelajari dulu,” ujar Kang Jimat, Rabu (17/2/2021).
Kang jimat berharap pembangunan pelabuhan Patimban harus memberikan dampak positif bagi warga sekitar dan warga Kabupaten Subang, terutama bagi empat kecamatan yang masuk wilayah pelabuhan yaitu Kecamatan Pusakanagara, Pamanukan, Pusakajaya dan Legonkulon.
“Kita jangan hanya dijadikan penonton, saya tidak mau dan jangan sampai terjadi,” tegas Kang Jimat.
Terkait usulan koperasi TKBM yang saat ini berjalan, Kang Jimat akan berupaya mengkaji dan mengakomodir usulan tersebut bersama dengan dinas terkait, sehingga dalam pembentukannya kelak dapat mewujudkan rasa keadilan dan berdampak positif bagi warga setempat serta bagi seluruh masyarakat Subang.***
Editor: denkur