Pasca Panen, Dinas Pertanian Fokus Pengendalian Hama Tikus

Jumat, 28 Agustus 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: cybek.pertanian.go.id

Ilustrasi: cybek.pertanian.go.id

Memasuki pasca panen di musim kemarau basah, Dinas Pertanian Kabupaten Bandung fokus pada pengendalian hama tikus di lahan pertanian.


DARA | BANDUNG – Petugas Pengedali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), Aang Sudrajat mengatakan, tikus cenderung menyukai tempat lembab dan basah, sehingga ia menyarankan para petani untuk mengatur sistem pengairan lahan sawah mereka dengan cara sehari diberi air, empat hari dikeringkan, agar tanah tidak terlalu basah tergenang air.

“Jadi sekarang itu petani baru selesai masa panen, jadi kita melakukan pengendalian pasca panen atau sebelum masa tanam kembali agar kita bisa menekan populasi tikus lebih awal, jadi begitu tanam, serangan dari tikusnya tidak terlalu eksplosif,” jelas Aang di kantornya, Jum’at (28/8/2020).

Cara yang dipakai untuk pengendalian hama tikus tersebut diantaranya dengan cara gropyokan, pengemposan dengan pembongkaran pematang sawah untuk menghancurkan lubang-lubang tikusnya, selain itu dengan melakukan perburuan tikus menggunakan anjing.

“Satu kali gropyokan itu kita bisa melibatkan 60 orang yang merupakan gabungan dari petani, petugas PPL, Babinsa, dan babinkamtibmas,” ujarnya.

Sejauh ini, Aang mengatakan di Kabupaten Bandung sendiri, lahan pertanian masih aman dari serangan hama tikus karena gencarnya gerakan pengendalian yang mereka lakukan. Dimana setiap gerakan dilakukan berdasarkan data yang dimiliki oleh petugas di Kecamatan dan Desa.

Sebagai contoh, POPT belum lama ini melakukan gerakan gropyokan di daerah Solokan Jeruk, dalam empat hari mereka bisa membasmi sebanyak 4.600 ekor tikus. Setelah tikus-tikus tersebut ditangkap, mereka lalu memusnahkannya dengan cara dibakar dan dibuang.

“Kita sengaja hitung satu-satu jumlah tikusnya, si bagai bahan laporan ke provinsi dan pusat, sebanyak apa populasi tikusnya,” kata Aang.

Wilayah pertanian di Kabupaten Bandung yang paling rawan diserang hama tikus adalah Margaasih, Banjaran, Baleendah, Solokan Jeruk, Majalaya, Rancaekek, dan beberapa wilayah yang dekat dengan aliran sungai besar dan irigasinya masih tradisional.

Populasi hama tikus ini mempunyai siklus lima tahunan, dan tahun ini sebenarnya bukanlah masa siklusnya, sehingga populasi tikusnya masih tergolong rendah dibanding tahun kemarin.

Untuk mendeteksi hama tikus, bisa dilihat dari kerusakan tanaman dan lubang-lubang pada pematang sawah. Namun untuk saat ini intensitas kerusakannya masih diangka 4-5, artinya hal tersebut masih jauh dari ambang ekonomi atau ambang pengendalian, sehingga pihak POPT belum mengeluarkan rekomendasi untuk pengendalian tikus dengan menggunakan kimia.

“Saat ini yang dilakukan masih dengan teknis biasa, yaitu dengan agen hayati dan pestisida nabati (organik), nanti kalau memang sudah di ambang batas pengendalian, baru kita akan mengatasi dengan pestisida kimia,” jelasnya.***

Editor: denkur

Berita Terkait

Amilin Zakat Fitrah DKM Binaul Makmur Desa Banyusari Tunaikan Amanah
Menghapus Jenuh Saat Mudik Lebaran, Daop 2 Bandung Sediakan Arena Bermain Anak
PT KAI Daop 2 Bandung Berangkatkan 17.893 Orang, Pucak Mudik Sudah Terlewati
Simak Nih, Pesan Bupati Bandung buat Warganya Yang Mudik Lebaran
Jangan Kirim Parsel ke Gubernur Jabar, Ini Alasannya
Sambut Idulfitri, Festival Dulag Istimewa Berlangsung di Gedung Pakuan
Kang Demul Bakal Ngantor di Daerah, Ini Sebutan Kantor Gubernur Jabar di 5 Wilayah
Simak Nih, Jadwal Penerapan Contraflow dan One Way Saat Arus Mudik dan Balik Lebaran
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Maret 2025 - 22:21 WIB

Amilin Zakat Fitrah DKM Binaul Makmur Desa Banyusari Tunaikan Amanah

Minggu, 30 Maret 2025 - 21:54 WIB

Menghapus Jenuh Saat Mudik Lebaran, Daop 2 Bandung Sediakan Arena Bermain Anak

Minggu, 30 Maret 2025 - 21:33 WIB

PT KAI Daop 2 Bandung Berangkatkan 17.893 Orang, Pucak Mudik Sudah Terlewati

Minggu, 30 Maret 2025 - 20:27 WIB

Simak Nih, Pesan Bupati Bandung buat Warganya Yang Mudik Lebaran

Minggu, 30 Maret 2025 - 20:17 WIB

Jangan Kirim Parsel ke Gubernur Jabar, Ini Alasannya

Berita Terbaru

CATATAN

GEJOLAK KOREA SELATAN MK Tanpa ‘Dissenting Opinion’

Minggu, 6 Apr 2025 - 09:19 WIB