Pascakasus Pemukulan Terhadap Wijaya, Caleg Karawang Bongkar Serangan Fajar

Rabu, 24 April 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar caleg dalam amplop berisi uang. Foto: dara.co.id/Teguh

Gambar caleg dalam amplop berisi uang. Foto: dara.co.id/Teguh

DARA | KARAWANG – Setelah terjadi kasus pemukulan terhadap Wirjaya (51) dengan terlapor Brh, yang diduga akibat pembagian uang atau politik uang yang ditujukan untuk mendukung calon legislatif tertentu disikapi warga Kabupaten Karawang. Selain itu, menjelang pemungutan suara Pemilu 2019 beredar gambar wajah sejumlah caleg tertempel dalam amplop berisi lembaran uang kertas.

“Pemilu 2019 disinyalir berjalan kotor. Tak sedikit caleg menghalalkan segala cara untuk meraup suara. Saya yakin serangan fajar bukanlah rahasia umum, hampir semua caleg di Karawang melakukannya,” kata Nace Permana, seorang caleg dari Partai Gerindra, Rabu (24/42019).

Nace pun menantang para caleg di Kabupaten Karawang untuk melakukan sumpah pocong. Jika caleg – caleg itu berbohong, menurut dia,  mereka akan menghadapi kematian sebagai konsekuensi sumpah pocong.

“Saya tantang semua caleg-caleg di berbagai tingkatan untuk melakukan sumpah pocong. Mereka pakai politik uang atau tidak. Kalau berbohong, kematian menanti,” ujar dia.

Nace mengungkapkan hal itu karena  mendapat laporan bahwa praktik politik uang marak terjadi di Kabupaten Karawang. Bahkan, ia mendapat foto dari masyarakat yang diduga sebagai barang bukti praktik duit serangan fajar para caleg Karawang.

“Sulit untuk percaya tidak ada serangan fajar jika melihat gambar-gambar ini,” kata dia.

Meski begitu, Nace mengaku tidak bagi-bagi duit di pemilu kali ini. Alasannya, dia ingin mendidik masyarakat untuk berpolitik sengan sehat dan menciptakan iklim demokrasi yang ideal.

“Lagian duit dari mana. Saya nggak ada uang,” ujar caleg Partai Gerindra untuk DPR RI ini.

Selain menantang para caleg, Nace juga mempertanyakan kinerja Bawaslu Karawang. Dari sekian banyak petugas pengawas TPS, petugas PPL di tingkat desa, dan petugas pengawas pemilu di tingkat kecamatan, yang jumlahnya ribuan orang, tidak ada satupun kasus politik uang yang ditangani Bawaslu setempat.

Ia berharap Bawaslu menjalankan fungsinya secara maksimal. “Kenapa tidak tergerak melihat gambar-gambar ini. Segera proses dong. Bawaslu kan sudah lengkap,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Karawang Kursin Kurniawan, mengaku menerima laporan ihwal amplop bergambar caleg berisi uang. “Memang ada beberapa masyarakat yang mengirim gambar amplop ada uangnya melalui whatsapp. Tapi pelapor tidak bisa datang ke kantor,” ujar Kursin.

Ia menyebutkan, syarat formil dalam laporan soal pelanggaran pemilu pelapor harus menunjukkan KTP dan barang bukti. “Jadi laporan itu kami anggap hanya info awal saja,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga menerima telepon gelap dari beberapa orang pria. Penelepon mengaku melihat caleg bagi-bagi duit di sejumlah titik di Karawang. “Tapi tidak bisa kami konfirmasi ke caleg-caleg yang dia laporkan karena kami mengedepankan asas peaduga tak bersalah,” ujarKursin.

Meski begitu, Panwaslu Kabupaten Karawang melacak informasi tersebut dan melakukan operasi tertutup di daerah yang dilaporkan penelepon gelap itu. “Kami tindaklanjuti dengan patroli selama tiga hari, namun tak menemukan apapun,” kata Roni Rubiat Machri, dari Divisi Penindakan Bawaslu Kabupaten Karawang.***

Wartawan: Teguh Purwahandaka
Editor: Ayi Kusmawan

Berita Terkait

KPU Berencana Menyusun Buku Perjalanan Pilkada di Kabupaten Garut
KPU Garut Siap Lelang dan Musnahkan Logistik Pemilu Serentak 2024
SK Penetapan Bupati– Wakil Bupati Bandung Diserahkan kepada Ketua DPRD, Ketua KPU: Alhamdulillah Tugas Kami Selesai
KPU Kabupaten Bandung Tetapkan Dadang Supriatna-Ali Syakeib Bupati/ Wakil Bupati Terpilih
MK Tolak Gugatan Sahrul-Gun Gun, Pasangan Bupati dan Wakil Bandung Terpilih DS-Ali Syakieb Dilantik Presiden 20 Pebruari
KPU Garut Gelar Rapat Evaluasi Kerja dengan Jajaran PPK se- Kabupaten Garut
Tahapan Pilkada 2024 Selesai, KPU Garut Sebut Mulai 27 Januari Tugas PPK dan PPS Berakhir
Jelang Pelantikan, Begini Pesan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih buat Masyarakat Garut
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Februari 2025 - 11:20 WIB

KPU Berencana Menyusun Buku Perjalanan Pilkada di Kabupaten Garut

Kamis, 6 Februari 2025 - 16:38 WIB

KPU Garut Siap Lelang dan Musnahkan Logistik Pemilu Serentak 2024

Rabu, 5 Februari 2025 - 15:40 WIB

SK Penetapan Bupati– Wakil Bupati Bandung Diserahkan kepada Ketua DPRD, Ketua KPU: Alhamdulillah Tugas Kami Selesai

Rabu, 5 Februari 2025 - 13:42 WIB

KPU Kabupaten Bandung Tetapkan Dadang Supriatna-Ali Syakeib Bupati/ Wakil Bupati Terpilih

Selasa, 4 Februari 2025 - 22:24 WIB

MK Tolak Gugatan Sahrul-Gun Gun, Pasangan Bupati dan Wakil Bandung Terpilih DS-Ali Syakieb Dilantik Presiden 20 Pebruari

Berita Terbaru