Pasien Positif di Jabar Melonjak, Emil Minta Maaf

Jumat, 10 Juli 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (Foto: Ardian Resco/dara.co.id)

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (Foto: Ardian Resco/dara.co.id)

Kasus pasien positif di Jawa Barat melonjak. Bahkan, menyalip posisi Jawa Timur. Emil pun minta maaf. “Kami mohon maaf atas kejadian ini, sehingga menjadi sumber lonjakan kasus Covid-19 yang luar biasa. Oleh sebab itu, pengetesan di lingkungan sekitar wajib dilakukan, bukan pilihan dan tidak boleh nolak,” kata Emil.


DARA | BANDUNG – Menurut Emil, dalam konferensi pers di Gedung Negara Pakuan, Jalan Otista, Kota Bandung, Jumat 10 Juli 2020, berita awal jumlah yang terkonfirmasi hanya 200 orang. Pada Kamis 9 Juli 2020, Gugus Tugas Nasional mengumumkan ada 926 kasus di Jabar. Berita berikutnya, kasus di Secapa AD mencapai 1.200-an

“Kalau saya lihat di data, dari 962 kasus di Secapa AD sebanyak 910 orang, dan 50 lagi kasus dengan pola normal, sehingga kasus di Jabar dalam setiap harinya fluktatif, sekitar 40, 50, atau 60 kasus. Bahkan isu data 2.000 orang, saya belum mendengarnya,” kata Emil seperti dikutip dara.co.id dari galamedianews.com, Jumat (20/5/2020).

Emil juga mengatakan, sudah berkoordinasi dengan Panglima TNI, mereka akan melakukan isolasi mandiri yang penanganannya dikelola oleh TNI. Jadi, GTTP Jabar bersama Kota Bandung hanya mengerjakan penelusuran yang di luar kompleks Secapa AD.

Selain itu kata Emil sudah melaporkan ke Panglima TNI dan Gugus Tugas Nasional dan sudah disepakati akan melakukan tes Covid-19 di puluhan sekolah pendidikan militer. Ini juga dilakukan untuk memastikan bahwa penyebaran kasus ini tidak terulang lagi.

Emil meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan kasus Secapa AD ini, sebab kalau kejadiannya di satu titik, apalagi itu di tempat militer, tentunya dalam proses karantinannya akan lebih disiplin. Apalagi mayoritas dari mereka yang terpapar adalah orang tanpa gejala (OTG) dan hanya 17 orang yang dirawat, di Dustira Cimahi dan di RSPAD Jakarta.***

Editor: denkur

 

Berita Terkait

Presiden Prabowo Tegaskan Layanan Bank Emas Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia Dukung Ketahanan Ekonomi Nasional
Pemerintah Percepat Program MBG, Dorong Peran Koperasi dan Industri Susu Lokal
Universitas Paramadina Gelar Presidential Lecture Bersama Susilo Bambang Yudhoyono
Presiden Prabowo Resmikan Pegadaian sebagai Bank Emas Pertama di Indonesia
Lokasi Mobil SIM Keliling di Kabupaten Bandung, Kamis 27 Februari 2025
Lokasi Mobil SIM Keliling di Kota Bandung, Kamis 27 Februari 2025
Diduga Embat Dana Desa, Seorang Kuwu di Cirebon Dituntut Tujuh Tahun Penjara
Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadan Jatuh Hari Sabtu 1 Maret 2025
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Februari 2025 - 12:56 WIB

Presiden Prabowo Tegaskan Layanan Bank Emas Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia Dukung Ketahanan Ekonomi Nasional

Kamis, 27 Februari 2025 - 12:52 WIB

Pemerintah Percepat Program MBG, Dorong Peran Koperasi dan Industri Susu Lokal

Kamis, 27 Februari 2025 - 12:40 WIB

Presiden Prabowo Resmikan Pegadaian sebagai Bank Emas Pertama di Indonesia

Kamis, 27 Februari 2025 - 06:35 WIB

Lokasi Mobil SIM Keliling di Kabupaten Bandung, Kamis 27 Februari 2025

Kamis, 27 Februari 2025 - 06:31 WIB

Lokasi Mobil SIM Keliling di Kota Bandung, Kamis 27 Februari 2025

Berita Terbaru