Atas permintaan masyarakat akan pelayanan bidang olahraga Pemkab Bandung membangun stadion mini berlisensi FIFA. Stadion berkapasitas 400 penonton ini dapat digunakan digunakan masyarakat.
DARA | BANDUNG — Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pemkab Bandung tengah mengebut pembangunan stadion mini berlisensi FIFA di Komplek Sarana Olahraga (SOR) Si Jalak Harupat, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Ditargetkan pembangunannya rampung pada 26 Desember 2019.
Stadion Mini yang menghabiskan anggaran APBD Provinsi Jawa Barat senilai Rp15 miliar itu, pengerjaannya masih pada angka 50 persen. Kendati demikian, Dispora Kabupaten Bandung memastikan pembangunannya akan selesai tepat waktu.
Wakil Bupati Bandung, Gun Gun Gunawan, mengatakan, dibangunnya Stadion Mini tersebut merupakan jawaban untuk masyarakat Kabupaten Bandung, yang ingin pelayanan di bidang olahraga khususnya sepak bola.
“Banyak masyarakat yang ingin menggunakan stadion utama (Si Jalak Harupat). Tapi itu tidak memungkinkan. Makanya stadion mini dibangun di spot yang masih bisa dibangun,” ujar Gun Gun saat diwawancarai usai meninjau pengerjaan pembangunan Stadion Mini, Kamis (28/11/2019).
Meski disebut stadion mini, lanjut Gun Gun, tetap memiliki lapangan yang luasnya sesuai standar. Tapi, tribun stadion hanya dapat menampung kapasitas penonton yang lebih sedikit.
“Kalau luas lapangnya standar FIFA, rumputnya juga standar FIFA. Cuma tribunnya saja yang muat diisi sekitar 400 penonton saja,” katanya.
Dia berharap, pengerjaan pembangunan stadion mini rampung tepat waktu. Sehingga, stadion tersebut bisa jadi aset untuk tempat berlatih sejumlah klub yang akan berlaga di Stadion Si Jalak Harupat dan masyarakat bisa menggunakannya.
“Apalagi, dibangunnya stadion mini ini juga wujud keseriusan Pemkab Bandung kalau nanti Stadion Si Jalak Harupat resmi ditunjuk sebagai venue pelaksanaan Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang,” ujarnya.
Sementara itu Kadispora Kabupaten Bandung, Slamet Mulyana, mengklaim lapangan dan rumput yang digunakan di stadion mini tersebut bersertifikasi internasional. Ia optimistis pengerjaan pembangunannya bisa rampung sesuai waktu yang telah ditentukan.
Setelah pemasangan rumput sintetis jenis Limonta dari Italia, lanjut dia, progres pengerjaan bisa mencapai 90 persen lebih. “Pemasangannya (rumput) awal Desember ini. Otomatis setelah dipasang progres akan melonjak di angka 90 persen. Akhir Desember bisa selesai, insya Allah,” kata Slamet.
Ia menambahkan, setelah selesai, untuk finishing akan dilakukan pada 2020. Sehingga, pada 2020 sudah bisa digunakan.
“Fasilitas lain yang ada itu toilet, kantin, ruang ganti, ruang coaching, ruang pelatih dan ruang wasit. Semuanya bersertifikasi internasional,” ujarnya.***
Wartawan: Muhammad Zein | Erdotor: Ayi Kusmawan