Pemkot Bandung Bangun Ruang Bermain Ramah Anak di Setiap Kelurahan

Rabu, 27 November 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aniek Febriani (kanan). Foto: Humas Bandung

Aniek Febriani (kanan). Foto: Humas Bandung

Pemkot Bandung membangun P2KA dengan menghadirkan taman ramah anak di setiap kelurahan. Di kota ini, hingga sekarang terdapat 204 taman dengan fasilitas bermain anak-anak.

 

 

DARA | BANDUNG – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM), membangun Pusat Pelayanan dan Kreativitas Anak (P2KA). Program layanan P2KA ini akan tersebar di seluruh kelurahan Kota Bandung.

Kepala Bidang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak DP3APM Kota Bandung, Aniek Febriani, menuturkan, salah satu bentuk P2KA yakni dengan menghadirkan ruang bermain ramah anak. Sebagai proyek pertama sekaligus acuan standarisasi fasilitasnya, P2KA hadir di Taman Tongkeng.

“Taman Tongkeng ini sebagai contoh P2KA yang harus ada di tiap kelurahan di Kota Bandung, yakni bisa memfasilitasi kegiatan budaya, kreatif dan rekreatif. Anak di sana bisa bermain dan bersosialisasi,” katanya, di Balai Kota Bandung, kemarin.

Aniek menuturkan, ruang bermain harus ramah anak. Pengadaannya bukan hanya menempatkan arena bermain saja, melainkan juga juga harus memenuhi standarisasi keamanan.

“Setiap alat permainan di ruang bermain harus ramah anak, tidak boleh ada sudut lancip yang bisa menyebabkan luka. Medianya tidak keras atau dari pasir, karena kalau pasir abis kena ujan juga nanti keras,” ujarnya.

Dari data Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3), Aniek menyebutkan di Kota Bandung ini terdapat 204 taman dengan fasilitas bermain anak-anak. Sebagai percontohan standardisasinya baru ada di Taman Tongkeng.

Sebagai indikatornya, lanjut Aniek, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) telah menetapkan Taman Tongkeng ramah anak. Taman ini mendapatkan kategori nilai terbaik atau di level paripurna.

“RBRA (Ruang Bermain Ramah Anak) ini cikal bakalnya di Taman Tongkeng. Kita kolaborasi dengan dinas terkait penilaiannya mendapatkan di paripurna dengan nilai 425. Jadi tingkatan penilaiannya itu ada pratama, madya, nindya, utama dan RBRA. Untuk Taman Tongkeng ini kategori RBRA,” terangnya.

Aniek mengungkapkan, P2KA ini sebagai wujud komitmen Pemkot Bandung untuk memberikan pelayanan optimal dalam pemenuhan hak anak. Terlebih, Kota Bandung juga baru saja memertahankan predikat sebagai Kota Layak Anak (KLA) pada 2019 ini.

Ia menyebutkan, kendati masih memertahankan kategori nindya KLA, Kota Bandung berhasil meningkatkan skor penilaian KLA. Sebelumnya pada 2018 lalu Kota Bandung hanya mendapat skor dari 707, namun di 2019 meningkat menjadi 741.

“Untuk mewujudkan Kota Bandung sebagai kota layak anak dan mewujudkan Bandung ramah anak yang agamis, makanya P2KA ini harus ada di tiap kelurahan. Bagi kelurahan yang masih belum paham silahkan bisa datang ke DP3APM untuk konsultasi lebih lanjut,” katanya.***

Editor: Ayi Kusmawan

Berita Terkait

Menghapus Jenuh Saat Mudik Lebaran, Daop 2 Bandung Sediakan Arena Bermain Anak
PT KAI Daop 2 Bandung Berangkatkan 17.893 Orang, Pucak Mudik Sudah Terlewati
Simak Nih, Pesan Bupati Bandung buat Warganya Yang Mudik Lebaran
Jangan Kirim Parsel ke Gubernur Jabar, Ini Alasannya
Sambut Idulfitri, Festival Dulag Istimewa Berlangsung di Gedung Pakuan
Raih Kemenangan Idul Fitri dengan Film-Film Terbaik dan Seru Hanya di RCTI!
BAZNAS Jabar Gelar Buka Bersama 150 Anak Yatim, Ramadan Jadi Lebih Istimewa
Dokumen Perizinan Eiger Camp Lengkap, KDB Hanya 2% dari Total Lahan yang Dikelola
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Maret 2025 - 21:54 WIB

Menghapus Jenuh Saat Mudik Lebaran, Daop 2 Bandung Sediakan Arena Bermain Anak

Minggu, 30 Maret 2025 - 21:33 WIB

PT KAI Daop 2 Bandung Berangkatkan 17.893 Orang, Pucak Mudik Sudah Terlewati

Minggu, 30 Maret 2025 - 20:27 WIB

Simak Nih, Pesan Bupati Bandung buat Warganya Yang Mudik Lebaran

Minggu, 30 Maret 2025 - 20:17 WIB

Jangan Kirim Parsel ke Gubernur Jabar, Ini Alasannya

Minggu, 30 Maret 2025 - 20:11 WIB

Sambut Idulfitri, Festival Dulag Istimewa Berlangsung di Gedung Pakuan

Berita Terbaru

CATATAN

GEJOLAK KOREA SELATAN MK Tanpa ‘Dissenting Opinion’

Minggu, 6 Apr 2025 - 09:19 WIB