“Dari hasil tersebut, yang positif kurang lebih di angka 10 persen dari PCR Test yang dilakukan oleh Pemprov Jabar,” kata Daud Achmad.
DARA | BANDUNG – Provinsi Jawa Barat telah melakukan kurang lebih 160.000 test masif. Dari 160.000 test masif tersebut, terdiri dari 120.000 rapid test dan 40.000 PCR Test.
Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat, Daud Achmad mengatakan, dari tes-tes yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, masih tertuju kepada individu-individu tertentu yang di anggap rentan tertular Covid-19.
“Dari hasil tersebut, yang positif kurang lebih di angka 10 persen dari PCR Test yang dilakukan oleh Pemprov Jabar,” kata Daud saat konferensi pers di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (2/6/2020).
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Jabar, dr. Siska Gerfianti mengatakan bahwa akan berkoordinasi dengan para bupati dan wali kota untuk melakukan Rapid Test menjelang masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).
“Hal itu sesuai dengan arahan pak Gubernur. Nanti kita akan membuat seperti mobile Covid Test keliling,” tutur Siska.
Tak hanya itu, pihaknya menyampaikan, untuk rapid test yang akan dilakukan di masa AKB, pihak Dinkes Pemprov Jabar akan terus berkoordinasi dengan Dinkes kabupaten/kota.
“Kita akan menambahkan stiker di mobil-mobil Pusling (Puskesmas Keliling) di setiap kecamatan dengan mobile Covid-19 Test. Kita sudah coba di hari sabtu dan minggu, dan kita sudah berkeliling di Cimahi. Jadi mobil yang sudah selesai di kabupaten/kota ada dua, satu di Kota Cimahi, satu di Kota Bandung,” jelasnya.***
Editor: Muhammad Zein