“Untuk membangkitkan ekonomi Jawa Barat, semua lini ekonomi sudah dibuka. Tapi dengan syarat menggunakan masker, jaga jarak dan cuci tangan sebagai kebijakan,” kata Ridwan Kamil.
DARA | BANDUNG – Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengatakan dalam rangka membangkitkan roda ekonomi di Jawa Barat seperti semula, seluruh lini ekonomi sudah dibuka.
Akan tetapi menurut Ridwan Kamil, pembukaan sektor ekonomi tersebut harus diikuti dengan syarat pematuhan protokol kesehatan.
“Untuk membangkitkan ekonomi Jawa Barat, semua lini ekonomi sudah dibuka. Tapi dengan syarat menggunakan masker, jaga jarak dan cuci tangan sebagai kebijakan,” kata Ridwan Kamil saat melakukan konferensi pers di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (21/8/2020).
Emil mengungkapkan, kondisi Ekonomi di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) sangat parah. Sehingga pihaknya harus segera membuka lini perekonomian dimasa AKB.
“Kami harus membuka namanya AKB. Akan tetapi pembukaan itu menyebabkan naik turunnya penyebaran. Jadi sekarang kuncinya hanya satu, yakni menggunakan masker. Makanya ada teori, lockdown sama pakai masker sama-sama nurunin Covid-19. Bedanya, pakai masker tidak ada korban, kalau lockdown korbannya adalah ekonomi,” jelasnya.
Tak hanya itu, pria yang akrab disapa Emil itu, juga melaporkan kepada perwakilan Gugus Tugas Covid-19 pusat, pemberlakuan denda masker, sudah bisa dilaksanakan pekan ini.
“Per minggu ini, denda masker akan dijalankan menggunakan aplikasi yang terhubung melalui handphone. Jadi siapa-siapa yang kena tilang, datanya akan langsung masuk. Kwitansinya juga akan dikirimkan ke handphone masing-masing, sehingga tidak ada persentuhan fisik,” jelasnya.
Menurut Emil, hal itu dilakukan sebagai cara dari Pemprov Jabar dalam melakukan inovasi di masa AKB di tengah pandemi Covid-19.***
Editor: Muhammad Zein