Sepekan pasca-Labaran, pasar berserakan dan mengeluarkan aroma tak sedap. Itu terlihat di depan pasar Parakanmuncang, Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
DARA – Menurut pantauan, Selasa (10/5/2022), sampah yang menggunung di depan Pasar Parakanmuncang tersebut sangat mengganggu akses kendaraan yang lewat dan merusak pemandangan serta mengganggu lingkungan. Bahkan, volumenya terlihat lebih banyak dari hari biasanya.
Menanggapi hal itu, salah seorang pegiat lingkungan Cimanggung, Dekki Islanudin mengatakan, pihak pemerintah harus serius pecahkan solusi sampah ini.
“Harus ada kebijakan yang jelas dan tegas agar sampah di Pasar Parakanmuncang bisa diselesaikan,” kata Dekki.
Menurutnya, setelah sekian lama kerap menggunung, persoalan sampah di lokasi tersebut belum juga terselesaikan. Itu artinya, pihak Pemkab Sumedang belum serius menyelesaikan persoalan sampah pasar Parakanmuncang.
“Kalau serius dari dulu pasti sudah ada penyelesaian masalah, sudah ada solusi jalan keluar. Saya hanya pegiat lingkungan, soal penyelesaian sampah itu harus dilakukan semua pihak, termasuk masyarakat dan pemerintahan,” ujar Dekki.
Dekki juga mengatakan, dengan adanya kesadaran diri terhadap lingkungan, masyarakat bisa lebih peduli dengan tidak membuang sampah ke lokasi yang bukan peruntukannya. Walaupun itu tempat pembuangan sampah sementara (TPSS) sampah Pasar Parakanmuncang.
Jadi kata Dekki, hanya bisa manampung sampah-sampah pedagang dan area pasar, bukan semua warga bisa ke sana.
Dekki mengusulkan Pemkab Sumedang serius membuat kebijakan terhadap aturan dan penanganan sampah. Kemudian, harus didukung oleh kesadaran diri masyarakat mengenai lingkungan, sehingga bisa menyelesaikan persoalan sampah di Pasar Parakanmuncang.
“Adakan diskusi, duduk bersama, memecahkan masalah bersama, dapat solusi dan titik terang bersama-sama. Semua pihak hadir, pemerintah, masyarakat, tokoh dan pihak lain yang terlibat,” kata Dekki.
Dengan begitu, lanjut Dekki dapat saling tukar pikiran, banyak usulan masuk akal, otomatis pemecahan masalah bisa didapatkan. “Kalau saling tuduh gak akan pernah selesai,” ujarnya.
Editor: denkur | Wartawan: Trinata