Saat korban melintas di lokasi kejadian dengan menggunakan mobil. Tiba-tiba saja ada mobil yang memepet dan berupaya menghentikan laju kendaraannya.
DARA|CIANJUR– Janjan, seorang perawat di Puskesmas Cilaku, Cianjur menjadi korban penganiayaan orang tidak dikenal di Jalan Lingkar Timur, Karangtengah, Cianjur, Jawa Barat.
Akibatnya korban harus mendapatkan perawatan medis di RSUD Sayang Cianjur, setelah mengalami beberapa luka pukulan di bagian kepala.
Berdasarkan informasi, kejadian nahas yang dialami korban berawal saat dirinya hendak kembali ke rumahnya setelah mengantarkan istrinya yang juga seorang perawat untuk bertugas malam di salah satu rumah sakit swasta di bilangan Jalan Pramuka, Cianjur.
Saat korban melintas di lokasi kejadian dengan menggunakan mobil. Tiba-tiba saja ada mobil yang memepet dan berupaya menghentikan laju kendaraannya.
Sesaat setelah mobil yang dikendarai korban berhenti, tampak empat orang dengan perawakan sedang menghampiri dan memintanya keluar dari mobil.
Merasa tidak punya urusan di jalan raya, korban langsung keluar dari mobilnya. Namun, diluar dugaannya para pelaku yang tidak dikenalnya itu langsung melakukan pengeroyokan dan penganiayaan dengan memukulinya.
Ketua DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Cianjur, Isep Karnaen membenarkan kejadian itu. Isep mengatakan kejadian yang dialami anggotanya itu terjadi Selasa (25/5/2021) sekitar pukul 20.00 WIB.
Isep mengungkapkan, akibat kejadian itu korban harus menjalani penanganan medis, seperti CT scan karena terdapat beberapa luka lebam di bagian kepala korban.
“Saat ini korban masih trauma dan belum dapat berkomunikasi banyak. Masih dalam proses pemulihan,” kata Isep kepada wartawan, Kamis (27/5/2021).
Isep sangat menyayangkan dan mengutuk keras peristiwa pengeroyokan dan penganiayaan yang dialami korban oleh orang tidak dikenal.
“Dari pengakuan korban, dia tidak merasa ada masalah dengan orang lain. Diduga memang salah sasaran,” ujarnya.
Dikatakan Isep, korban dengan didampingi dari organisasi profesi telah melakukan pelaporan polisi terkait kejadian tersebut. Isep berharap, kepolisian dapat segera mengungkapkan dan menangkap para pelaku.
“Semoga saja segera ditangkap. Karena ini sangat membuat kami resah dan khawatir,” tandasnya.
Editor : Maji