DARA | CIANJUR — Aksi calo di lingkungan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat tak hanya dikeluhkan masyarakat, melainkan juga petugas di sana.
Kepala Bidang Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan Disdukcapil Kabupaten Cianjur, Dundi Syahron Fajar, mengatakan, dalam satu hari stok blanko e-KTP sebanyak 150 keping. Agar masyarakat mengetahui itu, pihaknya telah mengumumkan melalui media sosial resmi milik dinas tersebut.
Pengumuman itu, dilakukan karena selama ini stok blanko e-KTP banyak dimanfaatkan oleh para calo. “Sudah ada blankonya, dan sudah dibuka pencetakan sejak Senin (2/12) hingga sekarang serta dalam sehari hanya dapat mencetak 150 keping e-KTP, ” ujar Dundi, Jumat, (6/12/2019).
Dia menuturkan, untuk informasi selebihnya dapat langsung konfirmasi ke Bidang Pelayanan Pendaftaran Kependudukan, karena sebagai penanggung jawab pelayanan percetakan e-KTP. “Sebelumnya saya mohon maaf, karena belum bisa memberikan informasi yang lebih, karena bukan wewenang dan tupoksi saya pribadi,” katanya.
Sementara itu, Ridwan (43), pemohon warga Kecamatan Karangtengah, mengungkapkan, adanya pengumuman tersedianya blanko pencetakan e-KTP 150 keping malah dimanfaatkan oleh sejumlah oknum calo. “Dari pagi saya hanya melihat yang dibagikan dari pelayanan suket semua. Tapi e-KTP-nya ga ada. Calo itu bebas keluar masuk kantor pelayanan dengan membawa map,” ucapnya
Dia ditawari seorang calo — warga setempat memanggilnya bogeg — untuk pembuatan e-KTP dengan meminta uang kisaran Rp250 ribu. “Saya berharap petugas dan pemerintah bisa memberantas keberadaan calo dan lebih mengutamakan para pemohon yang sudah mengajukan permohonan sesuai dengan prosedur,” katanya.
Namun, saat akan mengonfirmasi terkait hal tersebut, Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Kependudukan, Erna Widjanarti, serta Seksi Identitas Pendudukan, Yudi Nugraha, menolak untuk dikonfirmasi melalui salah seorang petugasnya.***
Wartawan: Purwanda | Editor: Ayi Kusmawan