Home / Ads

Potensi Penyebaran Penyakit “Tetelo” Relatif Tinggi

Rabu, 13 Februari 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ILUSTRASI. Foto: Elshinta.com

ILUSTRASI. Foto: Elshinta.com

DARA | CIANJUR – Potensi penyebaran Newcastle Disease (tetelo,salah satu penyakit yang menyerang unggas) saat ini relatif tinggi. Tingginya potensi penyakit tersebut terkait dengan curah hujan cukup tinggi.

Belum lama ini Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kabupaten Cianjur mendapat laporan kematian massal ayam di Kecamatan Sukanagara. Semula ada dugaan kematian masal ayam tersebut akibat flu burung (Avian Influenza/AI).

“Kami langsung bergerak ke lokasi. Di sana kami lakukan tes cepat. Tapi hasilnya negatif. Kematian massal itu karena tetelo,” kata Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kabupaten Cianjur, Agung Rianto, Rabu (13/2/2019).

Sejauh ini kasus Newcastle Disease di Kabupaten Cianjur relatif kecil. Masyarakat biasanya akan mengolah ayam yang mati karena tetelo, menjadi makanan.

“Tapi memang nggak apa-apa asal diolah dengan baik dan benar di suhu panas yang benar-benar tinggi. Jangan dipanggang. Tapi namanya hewan sakit, rasanya juga kurang begitu enak,” ujarnya.

Disebutkan, kasus Avian Influenza (AI) atau flu burung dalam kurun waktu tiga tahun terakhir di Kabupaten Cianjur, nihil. Namun bersamaan dengan kondisi cuaca sekarang yang relatif ekstrem, Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan setempat mewaspadai mewabahnya tetelo.

Kasus flu burung, lanjut dia, terakhir terjadi pada 2015 di Desa Kubang, Kecamatan Sukaresmi. Lokasinya berada di perbatasan dengan Kabupaten Bogor. Saat itu dilaporkan terjadi kematian massal ayam.

“Alhamdulillah sampai sekarang sudah nggak ada. AI bisa berpotensi muncul saat perubahan cuaca. Waktu itu kami mendapat laporan adanya 10 ekor ayam yang mati mendadak. Kami langsung turunkan tim ke lokasi. Setelah dilakukan tes cepat, ayamnya langsung dibakar dan dikubur,” katanya.

Untuk mengantisipasi penyebaran virus flu burung, menurut dia, sarana dan prasarana di sekitar lokasi juga sudah dilengkapi dengan berbagai peralatan uji cepat. Sehingga masyarakat bisa melakukan upaya penanganan cepat.

“Kandangnya juga langsung kami semprot menggunakan disinfektan. Untuk disinfektan, kalau tidak ada bisa diganti menggunakan deterjen,” ujarnya.***

Wartawan: Purwanda

Berita Terkait

DPRD Kabupaten Sukabumi Mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa, Ramadan 1446 H/Maret 2025
Investor Gathering 2025: Pos Indonesia & Pos Properti Hadirkan Aset Potensial untuk Investasi
FGD Evaluasi Sampah Citarum, Mitigasi Harus dari Level Rumatangga
Simak Nih, 16 Artis dalam Pembagian Komisi AKD DPR RI, Ahmad Dhani dan Once di Komisi X
“свободное Зеркало Мостбет и Сегодня Актуальный Доступ К Сайту Mosbe
Mostbet Online Мостбет Официальный Сайт Букмекерской Компании И Казин
“Greatest Online Casino Down Under » Au Actual Money Casinos 202
Mostbet Přihlášení ️ Mostbet Subscription Na Oficiálních Stránkác
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Februari 2025 - 13:50 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi Mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa, Ramadan 1446 H/Maret 2025

Sabtu, 22 Februari 2025 - 16:11 WIB

Investor Gathering 2025: Pos Indonesia & Pos Properti Hadirkan Aset Potensial untuk Investasi

Rabu, 13 November 2024 - 10:12 WIB

FGD Evaluasi Sampah Citarum, Mitigasi Harus dari Level Rumatangga

Rabu, 23 Oktober 2024 - 13:44 WIB

Simak Nih, 16 Artis dalam Pembagian Komisi AKD DPR RI, Ahmad Dhani dan Once di Komisi X

Rabu, 2 Oktober 2024 - 22:19 WIB

“свободное Зеркало Мостбет и Сегодня Актуальный Доступ К Сайту Mosbe

Berita Terbaru