Prioritas untuk Tenaga Kesehatan, Kabupaten Bandung Kebagian 6000 Vaksin Covid-19

Rabu, 6 Januari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Grace Mediana Purnami (Foto: Humas Pemkab Bandung)

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Grace Mediana Purnami (Foto: Humas Pemkab Bandung)

Vaksin Sinovac untuk pencegahan covid-19 saat ini sedang dalam proses pendistribusian oleh pemerintah pusat ke seluruh wilayah di Indonesia, termasuk Kabupaten Bandung.


DARA – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Grace Mediana Purnami mengatakan, saat ini pihaknya belum menerima vaksin tersebut. Namun, baru mengetahui jumlah yang akan diturunkan ke Kabupaten Bandung yaitu sekitar enam ribuan lebih.

“Itu nanti untuk tenaga kesehatan dulu, baik pemerintah maupun swasta,” ujar Grace melalui sambungan telepon, Rabu (6/1/2021).

Jumlah ASN Nakes yang ada di Kabupaten Bandung menurut Grace ada sekitar 3500 orang. Mereka bertugas di kantor dinkes, puskesmas, dan rumah sakit.

Dengan jumlah vaksin yang akan datang tersebut diharapkan akan cukup untuk semua Nakes yang ada di Kabupaten Bandung (ASN dan Swasta). Namun, jika ada kekurangan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemprov Jabar.

“Ini memang prioritas untuk Nakes dulu, tapi itu juga ada kriterianya, nanti kan ada pertanyaan seperti usia terus seputar penyakit bawaan seperti hipertensi, gula, dan sebagainya, nanti yang memang akan di vaksin akan menerima sms, dan sudah ada beberapa rekan saya yang menerimanya,” jelas Grace.

Lebih jauh, ia mengatakan berdasarkan informasi, pelaksanaan pemberian vaksin tersebut harus ditempat pelayanan kesehatan, misalnya di Puskesmas. Dalam pelaksanaannya calon penerima vaksin harus melakukan pendaftaran kemudian di screening, bagi yang sudah lolos screening dia akan masuk ke meja berikutnya.

Saat ini, Dinkes Kabupaten Bandung sendiri sedang mempersiapkan administrasi-administrasi seperti standar operasional pelaksanaan (SOP), tempat untuk menangani kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI), termasuk siapa saja yang boleh ada di tempat tersebut dan RS mana uang akan ditugaskan untuk penanganannya, serta simulasi untuk pelaksanaan pemberian vaksin.

“Pokonya kita sedang dalam tahap persiapan di sisi itu dulu. Belum ada informasi vaksin untuk masyarakat karena informasinya belum terbreakdown semua karena memang prioritas untuk nakes, TNI Polri, kemudian yang oelayanan masyarakat, baru nantinya ke masyarakat,” pungkasnya.***

Editor: denkur

Berita Terkait

Presiden Prabowo Tegaskan Layanan Bank Emas Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia Dukung Ketahanan Ekonomi Nasional
Pemerintah Percepat Program MBG, Dorong Peran Koperasi dan Industri Susu Lokal
Universitas Paramadina Gelar Presidential Lecture Bersama Susilo Bambang Yudhoyono
Presiden Prabowo Resmikan Pegadaian sebagai Bank Emas Pertama di Indonesia
Lokasi Mobil SIM Keliling di Kabupaten Bandung, Kamis 27 Februari 2025
Lokasi Mobil SIM Keliling di Kota Bandung, Kamis 27 Februari 2025
Diduga Embat Dana Desa, Seorang Kuwu di Cirebon Dituntut Tujuh Tahun Penjara
Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadan Jatuh Hari Sabtu 1 Maret 2025
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Februari 2025 - 12:56 WIB

Presiden Prabowo Tegaskan Layanan Bank Emas Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia Dukung Ketahanan Ekonomi Nasional

Kamis, 27 Februari 2025 - 12:52 WIB

Pemerintah Percepat Program MBG, Dorong Peran Koperasi dan Industri Susu Lokal

Kamis, 27 Februari 2025 - 12:40 WIB

Presiden Prabowo Resmikan Pegadaian sebagai Bank Emas Pertama di Indonesia

Kamis, 27 Februari 2025 - 06:35 WIB

Lokasi Mobil SIM Keliling di Kabupaten Bandung, Kamis 27 Februari 2025

Kamis, 27 Februari 2025 - 06:31 WIB

Lokasi Mobil SIM Keliling di Kota Bandung, Kamis 27 Februari 2025

Berita Terbaru