Serangan covid memang ganas. 72 perawat terkonfirmasi positif. PPNI pun mendesak Pemkot Sukabumi mengambil langkah taktis agar lonjakan covid tidak berlarut- larut.
DARA – “Pemkot harus segera mengambil langkah serius agar lonjakan tidak lagi terjadi. Kalau dibiarkan berlarut-larut ini akan membahayakan,” kata Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia ( DPD PPNI) Kota Sukabumi, Irawan Danismaya, Kamis (1/7/2021).
Menurutnya, jumlah perawat yang terpapar saat ini berada di RSUD R Syamsudin SH, RS Assyfa, dinas kesehatan dan di sejumlah puskesmas.
“Dikhawatirkan, lonjakan akan terus terjadi dan makin tinggi. Leading sektor utama penangan Covid-19 akan lumpuh colaps,” kata Irawan.
Irawan pun meminta pemerintah perlu memaksimalkan pilar kunci upaya pencegahan penyebaran diantaranya rumusan kebijakan pemerintah untuk mensinergitaskan langkah taktis sampai ke level Rt/Rw.
“Membangun kapasitas setiap individu warga, agar sadar menjaga dirinya dari paparan dengan menerapkan protokol kesehatan,” tandasnya.
Terlebih dapat menyakinkan semua pihak, setiap area publik memiliki infrastruktur/sarana/alat prokes dan membangun sistem atau instrumen perangkat kerja integrasi semua potensi (satgas komunitas, organisasi profesi, PT, swasta, relawan dan lainya.
“Semua are publik, kantor dan pusat keramaian pasar mempunyai sarana tempat cuci tangan dan mewajibkan 5 M dan masyarakat sadar secara mandiri. Lonjakan Ini, tidak akan terjadi,” ujar Irawan.
Pemerintah juga dibantu organisasi masyarakat, profesi, relawan, PMI, perguruan tinggi bekerja serempak satu komando mengawal edukasi dan penerapan prokes, mungkin secara umum kasus terpapar Covid-19 tidak akan setinggi ini.
“Yang jelas, keterlibatan semua pihak, untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dalam semua aktivitas,” kata Irawan.***
Editor: denkur