Kesulitan air bersih sebagai dampak musim kemarau sering menjadi obyek pemberitaan bagi wartawan. Ternyata, selain membuat berita, wartawan juga dapat membantu warga yang kesulitan air bersih dan inilah yang dilakukan wartawan.
DARA I BANDUNG – PWI Kabupaten Bandung, Jawa Barat membagikan 20 ribu liter air bersih kepada sebagian warga Desa Banyusari, Kecamatan Katapang, Kabupaten, Jawa Barat. Pembagian air berlangsung dalam PWI Peduli Air Bersih, Rabu (9/10/2019).
Ribuan lier air tersebut dibagikan kepada warga Kampung Kiaraeunyeuh RT O3 RW 03 dan warga Perumahan Halimun Desa Banyusari, Kecamatan Katapang. Bantuan air bersih yang bersumber dari PDAM ini mendapat sambutan warga.
Ketua PWI Jabar, H. Hilman Hidayat, mengatakan, pembagian air bersih sesuai dengan amanat pwi pusat tentang PWI Peduli, lembaga baru yang khusus bergerak di bidang sosial. Ia mengintruksikan PWI kabupaten/kota segera mengimplentasikan dan membentuk PWI Peduli dengan berbagai kegiatannya.
“Bisa bantuan air bersih, seperti di PWII Kabupaten Bandung atau pembagian sembako, menanam pohon, khitanan massal,” katanya.
Di Kabupaten Bandung, menurut Ketua PWI setempat, H Rahmat Sudarmadji, PWI Peduli diaplikasikan dalam pembagian air bersih kepada masyarakat. “Atas suport dari PWI Jawa Barat dan BPBD Kabupaten Bandung, hari ini kami menyalurkan air bersih kepada warga Desa Banyusari. Dalam waktu dekat, kami juga akan menyalurkan air bersih ke Desa Cilampeni yang juga kesulitan air bersih,” ujarnya.
Sementara Kasi Logistik BPBD Kabupaten Bandung, Asep Mahmud, mengapresiasi dan mendukung program PWI Peduli ini, mengingat musim kemarau di Kabupaten Bandung tengah dilanda kekeringan, terutama kebutuhan warga akan air bersih. “Atas inisiatif teman-teman PWI, kami merasa terbantu untuk membantu masyarakat yang terdampak musim kemarau ini,” kata dia.
Vina (35 tahun), warga komplek perumahan Halimun mengaku sudah satu bulan lebih sulit mendapatkan air bersih. “Alhamdulillah ada bantuan, sehingga ada cadangan sebelum bak penuh,” ujarnya.***
Wartawan: Sopandi l Editor: Ayi Kusmawan