Briptu Febby Utami yang telah enam tahun mengabdi di Korps Bhayangkara itu menjadikan peringatan lahirnya RA Kartini sebagai momentum kesetaraan antara wanita dan pria.
DARA|CIANJUR– Setiap 21 April menjadi momen istimewa bagi setiap wanita, karena di hari itu diperingati sebagai hari lahirnya RA Kartini.
Sosok RA Kartini, bagi setiap wanita adalah inspirasi yang tidak pernah mati. Keberanian dan gagasannya akan selalu hidup dan berkembang sepanjang zaman.
Semangat itu yang kini memotivasi dan terus berkobar dalam diri Briptu Febby Utami, seorang Polisi Wanita (Polwan) yang bertugas di Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Cianjur, Jawa Barat.
Briptu Febby Utami yang telah enam tahun mengabdi di Korps Bhayangkara itu menjadikan peringatan lahirnya RA Kartini sebagai momentum kesetaraan antara wanita dan pria.
“Jadi betul-betul pemberdayaan. Wanita tidak lagi dapat direndahkan, sehingga kaum wanita bisa lebih berkualitas dan kompeten dalam menjalani karir ataupun kehidupan sebagai seorang wanita,” kata Febby, yang juga seorang anggota Bhayangkari itu, Rabu (21/4/2021).
Meskipun Briptu Febby Utami seorang Polwan. Namun dirinya harus memiliki tanggung jawab dalam rumah tangga dan tidak melupakan kodratnya sebagai ibu di rumah. Polwan harus bisa menyeimbangkan diri antara pekerjaan dan rumah tangga.
“Awalnya memang cukup berat, tapi inilah bagian dari emansipasi wanita. Selain berjuang di rumah sebagai ibu juga berjuang di kantor sebagai Polwan. Harus bisa ngatur waktu aja sebenernya mana tugas kantor dan mana tugas di rumah,” jelas istri dari Kanit Idik II Resnarkoba Polres Cianjur, Ipda Dang Elvan Fauzi itu.
Briptu Febby, mengungkapkan profesi Polwan saat ini harus mampu memberikan kontribusi-kontribusi penting bagi institusi kepolisian dan khususnya bagi tanah air dalam kiprahnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Jiwa keibuan yang dimiliki setiap personel Polwan menjadi satu hal yang penting dalam menjaga dan memelihara situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif,” ujarnya.
Personel Polwan, lanjut Febby, tidak lagi sebagai pelengkap atau pemanis di lingkungan intitusi. Tetapi, peran Polwan juga kini sudah mampu terlibat dan sejajar dengan polisi pria tanpa melupakan kodratnya.
“Wanita menjadi roda penggerak keluarga anak, serta institusi tempatnya berkarir. Semoga wanita Indonesia lebih maju dan berkembang,” tandas ibu satu anak itu.
Editor : Maji