Ribuan Driver Ojol Tagih Janji Wali Kota Bandung

Senin, 13 Juli 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perkumpulan Driver Online Jawa Barat Bersatu (DOJB) melakukan aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Bandung, Jalan Wastu Kencana, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (13/7/2020). (Foto: Ardiansyah Putra/dara,co,id)

Perkumpulan Driver Online Jawa Barat Bersatu (DOJB) melakukan aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Bandung, Jalan Wastu Kencana, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (13/7/2020). (Foto: Ardiansyah Putra/dara,co,id)

“Kami mohon, tolong pemotongan dari tarif diperkecil. Karena sekarang pemotongannya 20 persen dari seorang driver. Jadi kalau satu driver ngambil food, dari driver ada dan dari resto ada,” ujar Aep Duyeh.


DARA | BANDUNG – Perkumpulan Driver Online Jawa Barat Bersatu (DOJB) melakukan aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Bandung, Jalan Wastu Kencana, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (13/7/2020). Mereka menuntut janji dari Wali Kota Bandung Oded M. Danial.

Dalam aksinya, Kordinator satgas DOJB, Aep Duyeh mengatakan, ada beberapa tuntutan yang mereka layangkan kepada Pemerintah Kota Bandung

Tuntutan pertama yang mereka layangkan yaitu mereka meminta diaktifkan kembali go ride atau grab bike. Karena sesuai janji yang disebutkan oleh wali kota, adanya pembukaan aplikasi tersebut pada 9 Juli 2020.

Selanjutnya, mereka meminta menghapuskan skema berkat dan menggantinya ke skema awal 2017-2018.

“Kami mohon, tolong pemotongan dari tarif diperkecil. Karena sekarang pemotongannya 20 persen dari seorang driver. Jadi kalau satu driver ngambil food, dari driver ada dan dari resto ada,” ujar Aep Duyeh saat ditemui di sela aksi di depan Balai Kota.

Asep menjelaskan, dalam skema berkat, para driver dalam 5 trip hanya mendapat bonus Rp35 ribu. Untuk per satu tripnya diberikan bonus Rp8 ribu. Jadi total seharusnya Rp40 ribu tapi ada pemotongan.

“Kalau dulu 20 kali narik itu dapat bonus Rp140 ribu. Jadi total yang kita dapat sehari hampir Rp300 ribu lebih,” jelasnya.

Tak hanya itu, driver Ojek Online juga meminta dihapusnya tes Covid-19 bagi driver di Jawa Barat. Karena menurutnya, hal itu percuma saja dilakukan karena mereka tidak memiliki uang lebih untuk membayar rapid test. Hal itu disebabkan sedikitnya penghasilan yang mereka raih selama pandemi.

“Kita sekarang narik jarang. Jangankan buat rapid test, buat makan sehari-hari saja cuma Rp 35 ribu yang bisa kita bawa pulang ke rumah,” ujarnya.

Aep mengaku, bahwa dari pihak manajemen sendiri, bahkan dari pemerintah pun tidak ada sama sekali bantuan rapid test secara gratis.

“Jadi kami minta untuk di tiadakan rapid test. Tapi kalau gratis kami bersedia. Tapi juga percuma sih,” ungkapnya.***

 

Editor: Muhammad Zein

Berita Terkait

Amilin Zakat Fitrah DKM Binaul Makmur Desa Banyusari Tunaikan Amanah
Menghapus Jenuh Saat Mudik Lebaran, Daop 2 Bandung Sediakan Arena Bermain Anak
PT KAI Daop 2 Bandung Berangkatkan 17.893 Orang, Pucak Mudik Sudah Terlewati
Simak Nih, Pesan Bupati Bandung buat Warganya Yang Mudik Lebaran
Jangan Kirim Parsel ke Gubernur Jabar, Ini Alasannya
Sambut Idulfitri, Festival Dulag Istimewa Berlangsung di Gedung Pakuan
Kang Demul Bakal Ngantor di Daerah, Ini Sebutan Kantor Gubernur Jabar di 5 Wilayah
Simak Nih, Jadwal Penerapan Contraflow dan One Way Saat Arus Mudik dan Balik Lebaran
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Maret 2025 - 22:21 WIB

Amilin Zakat Fitrah DKM Binaul Makmur Desa Banyusari Tunaikan Amanah

Minggu, 30 Maret 2025 - 21:54 WIB

Menghapus Jenuh Saat Mudik Lebaran, Daop 2 Bandung Sediakan Arena Bermain Anak

Minggu, 30 Maret 2025 - 21:33 WIB

PT KAI Daop 2 Bandung Berangkatkan 17.893 Orang, Pucak Mudik Sudah Terlewati

Minggu, 30 Maret 2025 - 20:27 WIB

Simak Nih, Pesan Bupati Bandung buat Warganya Yang Mudik Lebaran

Minggu, 30 Maret 2025 - 20:17 WIB

Jangan Kirim Parsel ke Gubernur Jabar, Ini Alasannya

Berita Terbaru

CATATAN

GEJOLAK KOREA SELATAN MK Tanpa ‘Dissenting Opinion’

Minggu, 6 Apr 2025 - 09:19 WIB