Meski Ramadan tahun 2021 ini masih dalam suasana pandemi Covid-19, namun Wali Kota Bandung Oded M Danial meminta para pengusaha hotel dan restoran tetap menggelar kegiatan keagamaan.
DARA – Oded sangat mengapresiasi konsistensi dari Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Jawa Barat yang rutin menggelar acara Safari Ramadan di momentum bulan puasa 2021, menjadi gelaran rutin tahunan yang ke-29.
Dalam Safari Ramadan ini tidak hanya dihadiri para pengusaha hotel dan restoran, tetapi juga turut menghadirkan anak-anak panti asuhan untuk diberikan santunan.
“Saya sejak dulu sering diundang PHRI. Ini benar-benar sangat konseisten sekali, sangat luar biasa. Tingkatan terus acara keagamaan ini kalau bisa,” kata Oded.
Oded menuturkan, khusus bagi umat muslim, menekuni dunia usaha tidak cukup bermodalkan materi saja. Namun harus turut dibarengi dengan fondasi spiritual dari sudut pandang keagamaan.
“Orang yang memiliki modal pertama selain pengusaha horizontal melakukan usaha-usaha yang keuntungannya dirasakan di dunia, kalau ingin berhasil ditambah modal yang lain, yakni hubungan vertikal kepada Allah,” ujarnya.
Berlatar berlakang pengusaha, Oded lantas membagikan tips berikhtiar dari pandangan Islam. Mengutip referensi dari Al-Quran, dia menyebutkan setidaknya ada tiga hal utama yang perlu dilakukan pengusaha.
“Pertama itu rajin-rajinlah membaca Alquran. Kedua kata Allah, milikilah jiwa ringan untuk menjalankan salat. Jika sudah ada modal ini maka sempurnakan dengan yang ketiga yaitu gemar berinfak sodaqoh,” ujarnya.
Ketua PHRI Jawa Barat Herman Muchtar mengajak, para pengusaha hotel dan restoran agar tetap semangat pada kondisi keterpurukan diterpa pandemi covid-19.
Di masa pandemi, justru harus semakin solid dan menguatkan baik antar pengusaha ataupun berkolaborasi dengan pemerintah.
Mengingat masih pandemi, Herman menuturkan pelaksanaan Safari Ramadan pun turut menyesuaikan. Di antaranya mengurangi tempat pelaksanaan dan jumlah peserta di setiap gelarannya.
“Biasanya Safari Ramadan itu dalam satu bulan dilakukan 26 hari, tapi karena kondisi pandemi Covid-19 hanya 12 hari. Ini pun pesertanya dibatasi tidak bisa semuanya dan juga hanya beberapa yang diundang,” kata Herman.***
Editor: denkur