Sebentar Lagi Bulan Puasa, Sejumlah Lembaga Penyiaran Deklarasikan Tayangan Ramadhan Bermartabat

Rabu, 2 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: MUI

Foto: MUI

Tertuang dalam Lima Deklarasi Halaqah Ramadan, sejumlah lembaga penyiaran televisi dan radio mendeklarasikan komitmen untuk melahirkan konten-konten Ramadan yang mendidik masyarakat dan menguatkan peradaban umat.


DARA – Selain poin tersebut, juga berkomitmen menghormati bulan suci Ramadan dengan tayangan isi siaran yang menjaga kesucian dan kehormatan bulan puasa.

Tidak menayangkan beragam isi siaran Ramadan yang merendahkan martabat manusia, mengandung muatan fitnah, menghasut, menyesatkan, menyebarkan pornografi dan perbuatan tercela lainnya.

Lalu, menguatkan tayangan Ramadan yang menghormati Islam sebagai rahmat bagi seluruh umat manusia, dan menaati aturan serta etika bermedia guna menjaga kekhusyukan bulan suci Ramadan.

Deklarasi yang dipimpin Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH M Cholil Nafis tersebut disampaikan dalam Halaqah Siaran Ramadan 1443 H/ 2022 M yang digelar Komisi Informasi dan Komunikasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Kantor MUI, Jakarta, Selasa (1/3/2022).

Ketua Umum MUI, KH Miftachul Akhyar, menggarisbawahi tugas mulia yang diemban media. Dia menukilkan sabda Rasulullah SAW tentang kekuatan informasi atau berita yang bisa mempunyai kekuatan seperti sihir.

Maknanya bisa menarik dan membalikkan berita menciptakan opini yang dianggap benar padahal semula tidak benar. Ini hanya karena pemberitaan terus menerus, sehingga menciptakan opini sesat jadi benar dan sebaliknya.

“Tugas Anda (media) adalah membenarkan yang benar, terutama pada bulan suci Ramadan,” ujarnya seperti dikutip dari laman resmi MUI, Rabu (2/3/2022).

KH Cholil mengatakan amalan wajib Ramadan bisa mendapat pahala berlimpah, yang wajib bisa diganjar 70 kali lipat. Dia mengajak kerjasama antara MUI, media, dan stakeholder sehingga Ramadan yang datang tiap tahun bisa kondusif.

Hal Ini berangkat dari makna dan hikmah penting imsak (menahan diri) sebagai arti dan tujuan penting puasa.

“Kenyataan di mana? Pertelevi dan surat kabar, begitu puasa justru iklan konsumstif, disertai dengan ucapan-ucapan yang tidak kondusif,” ujarnya seraya kembali mengajak insan pertelevisian dan industri media bersama-sama mewujudkan kondusivitas Ramadan.

Sementara itu, saat menyampaikan materi, Kiai Cholil berpesan agar dai harus mempunyai standar sebagai dai agar memenuhi tiga hal yaitu yang pertama Islam wasathy, atau Islam moderat. Kedua, Islam yang seirama dengan NKRI, dan yang ketiga metode dakwah yang memberikan aspirasi sekaligus memberikan inspirasi.

“MUI terbuka memberikan masukan dan saran konstruktif kepada pelaku dan industria agar dakwah televisi berkualitas dan bermartabat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pokja Media Watch dan Literasi Komisi Infokom MUI, Gun Gun Heryanto, mengatakan halaqah ini memiliki tiga tujuan. Pertama silaturahim lembaga penyiaran dengan MUI.

Kedua, membangun pemahaman bersama tentang konten siaran Ramadan yang berkualitas dan menguatkan peradaban umat. Ketiga, sebagai refleksi dan evaluasi dari tayangan siaran Ramadan tahun sebelumnya.

Dia juga menyampaikan halaqah ini berangkat dari fakta bahwa siaran Ramadan di TV tahun lalu masih belum mencerminkan keinginan bersama.

“Masih banyak terdapat pengaduan masyarakat terhadap siaran Ramadan terutama sejumlah program yang dianggap berisi hal yang kurang pas dari sisi regulasi, etika maupuan ajaran Islam,” ujarnya.

Dia mengatakan aduan masyarakat itu sebagai respons balik publik terhadap siaran Ramadan televisi yang mencerminkan adanya ketidaksinkronan antara isi siaran Ramadan dengan ‘suasana kebatinan’ Ramadan.

“Seharusnya, program siaran Ramadan menampilkan tayangan yang memang mendukung kekhusyukan menjalankan ibadah Ramadan,” katanya seraya mengajak lembaga penyiaran untuk bersama-sama menghadirkan tayangan atau konten Ramadan yang berkualitas.

Editor: denkur | Sumber: MUI

Berita Terkait

Kapolri Perintahkan Jajaran Antisipasi Kejahatan di Sekitar Stasiun Agar Pemudik Nyaman dan Aman
Menko AHY Apresiasi Korlantas Polri atas Kerja Keras Jaga Kelancaran Arus Mudik Lebaran 2025
Simak Nih, Jadwal Penerapan Contraflow dan One Way Saat Arus Mudik dan Balik Lebaran
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal Senin 31 Maret 2025, Inilah Alasannya
Cek Disini, Harga BBM Non Subsidi Saat Mudik Lebaran
Pantauan Udara Irwasum Polri Ungkap Titik Rawan Arus Mudik 2025
Idul Fitri 2025 Kantor Pos Tetap Layani Masyarakat
Operasi Ketupat 2025: Lonjakan Kendaraan, Rekayasa Lalu Lintas Terapkan One Way dan Contraflow
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Maret 2025 - 15:24 WIB

Kapolri Perintahkan Jajaran Antisipasi Kejahatan di Sekitar Stasiun Agar Pemudik Nyaman dan Aman

Minggu, 30 Maret 2025 - 15:20 WIB

Menko AHY Apresiasi Korlantas Polri atas Kerja Keras Jaga Kelancaran Arus Mudik Lebaran 2025

Sabtu, 29 Maret 2025 - 23:35 WIB

Simak Nih, Jadwal Penerapan Contraflow dan One Way Saat Arus Mudik dan Balik Lebaran

Sabtu, 29 Maret 2025 - 23:09 WIB

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal Senin 31 Maret 2025, Inilah Alasannya

Sabtu, 29 Maret 2025 - 22:45 WIB

Cek Disini, Harga BBM Non Subsidi Saat Mudik Lebaran

Berita Terbaru