DARA | BANDUNG – Area pesawahan di sejumla Kecamatan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dinyatakan rawan diserang hama tikus. Untuk mengantisipasinya, Dinas Pertanian Kabupaten setempat bersama tim Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) mulai gencar melakukan gerakan pengendalian hama tikus.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana pada Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Yayan Agustian, menyebutkan, area pesawahan yang rawan tikus di antaranya di Kecamatan Margaasih, Bojongsoang, Rancaekek, Solokanjeruk, dan di Kecamatan Soreang. Hari ini, Kamis (1/8/2019) pihaknya bersama berbagai unsur terkait melakukan pengendalian hama tikus di area pesawahan kelompok tani Desa Nanjung di Kecamatan Margaasih.
“Gerakan yang kami lakukan menerapkan pola strategis pascapanen, sabab pengendalian pascapanen akan efektif, efisien, dan lebih murah,” ujar Yayan saat diwawancarai wartawan usai kegiatan, Kmais (1/8/2019).
Menurut Yayan, pola pengendalian hama tikus pascapanen sangat efektif dan lebih mudah karena tidak harus memerlukan pestisida. Pihaknya melakukan pengemposan menggunakan alat pembasmi tikus dan dengan cara tiran (pengasapan).
“Jadi, kalau dilakukan pascapanen, pengendaliannya bebas dilakukan dengan membongkar galeungan (pematang sawah), untuk menekan populasi awal hama tikus,” katanya.
Yayan menuturkan, gerakan ini merupakan upaya pemerintah membantu para petani. Dia mengimbau, para petani yang ingin melakukan pengendalian hama melalui gerakan ini, bisa mengusulkannya ke Distan Kabupaten Bandung melalui kelompok taninya.
“Karena di lapangan ada penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan pasukan hitam atau Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman. Bisa merekomendasikannya lewat POPT kalau ada serangan hama tikus. Kami siap mengadakan gerakan secara cepat dan tepat,” ujarnya.
Teknis pengusulan bantuan untuk pengendalian hama ini, lanjut dia, bisa langsung ke Distan atau melalui POPT. Nanti ada stimulan bantuan pestisida untuk gerakan tersebut.
“Tidak menutup kemungkinan gerakan bukan hanya untuk pengendalian hama tikus saja, ada pengerek batang, wereng batang coklat dan pengendalian hama lain,” kata dia.
Dia menambahkan, kecamatan-kecamatan yang rawan dan endemis hama tikus tersebut karena berada dekat jalan tol yang banyak dijadikan tempat-tempat persembunyian tikus. Karena itu, ia berharap petani juga melakukan sanitasi lingkungan.
“Jadi tidak ada persembunyian untuk tikus, agar bersih. Kalau bersih bebas dari hama. Mudah-mudahan ini juga dapat membantu para petani meningkatkan produksi dan produktivitasnya,” ujar dia.
Pada pengendalian hama tikus tersebut, pihaknya berhasil membasmi ratusan tikus yang bersarang di lubang-lubang area pesawahan.***
Wartawan: Muhammad Zein | Editor: Ayi Kusmawan