Sejumlah aspirasi muncul dalam reses. Mulai soal pengembangan ekonomi kreatif, masalah sosial dan pendidikan juga persoalan lingkungan.
DARA – Aspirasi itu muncul saat Anggota DPRD Kota Sukabumi Fraksi Gerindra, Melan Maulana menggelar reses di Kecamatan Citamiang dan Cikole.
Harry TBFC, tokoh pemuda Citamiang, mengatakan, masih banyak potensi ekonomi kreatif dan karya pemuda seperti seni lukis mural, seni pencak silat, dan seni peran yang belum mendapat sentuhan dari pemerintah.
Begitupun masalah sosial, kesehatan, pendidikan dan lingkungan, lanjut Harry, masih terjadi ditengah masyarakat dan harus mendapat pengawasan penuh DPRD sesuai tugas dan fungsinya.
“Bantuan jaringan pengaman sosial belum merata, tentang pelayanan kesehatan BPJS dan KIS hingga permasalahan sekolah sistem daring yang menjadi keluhan masyarakat,” ujarnya.
Lalu, tokoh pemuda asal Kelurahan Selabatu, Kecamatan Cikole, Agus mengatakan, keberadaan sungai yang melintasi wilayah RT08/RW7 Kelurahan Selabatu sangat memprihatinkan karena banyaknya sampah memenuhi aliran sungai.
“Banyak sampah rumah tangga, menimbulkan bau menyengat perlu mendapat perhatian pemerintah,” tandasnya.
Keluhan lain, mengenai kondisi jembatan yang tidak permanen sangat beresiko bagi keselamatan penyeberang jalan.
“Jembatan cukup tinggi sampai 15 meter dari permukaan air. Bahkan, beberapa kali penyebrang jatuh ke sungai saat melintas,” ujarnya.
Menyikapi hal tersebut, politisi partai Gerindra Melan Maulana siap membawa aspirasi yang disampaikan masyarakat tersebut.
“Aspirasi ini akan segera ditindaklanjuti, disampaikan kepada pemerintah khususnya SKPD terkait agar bisa ditindak lanjuti,” jelas Melan.
Selain itu, dalam reses tersebut Melan juga memberikan solusi yang konkret bagaimana mengatasi permasalahan yang terjadi di masyarakat.
“Kita mencari penyebab yang menjadi pokok permasalahanya, kemudian mencari solusinya. Saya yakin masyarakat siap, ikut membantu pemerintah,” katanya.
Lanjut Melan, sebetulnya kebersamaan dengan warga sudah dilakukan bukan hanya pada saat masa reses saja. Namun, momentum reses ini, jadi ceremoni penetapan akumulasi aspirasi warga untuk segara ditindaklanjuti,” ujarnya.***
Editor: denkur