Selama pandemi Covid-19, sektor Ekonomi di Jabar, sempat menurun. Namun, kata Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, kini berangsur membaik.
DARA | BANDUNG – “Semua indikator-indikator sudah bounching. Semula turun sekarang sudah naik lagi. Eksport membaik, daya beli juga membaik dan lainnya,” ujar Emil saat konferensi pers di Mapolda Jabar, Senin (2/11/2020).
Perbaikan yang mengalami kenaikan luar biasa berada pada sektor angkutan dan komunikasi hingga mencapai 47%.
“Jadi memang ngangkut barang, ngangkut orang yang semuanya pindah ke digital, mengakibatkan ekonomi di sektor ini paling besar,” ujarnya.
Meski sektor perekonominan di Jawa Barat membaik, Emil mengatakan, hampir 500 perusahaan melakukan PHK kepada karyawannya.
“Jabar itu sektor manufakturnya terbesar di Indonesia. Jadi dari 100% manufaktur industri ngumpulnya di Jabar 60%. Karena Covid-19, sektor yang paling parah adalah manufaktur dan jasa,” katanya.
Dengan adanya 2000 perusahaan di Jawa Barat yang berdampak karena adanya COVID-19, menurutnya, menjadi faktor tidak adanya kenaikan upah minimum provinsi.
“Karena jumlah industrinya paling banyak, dan sektor paling berdampak, maka jumlah PHK-nya juga paling banyak. Itulah kenapa upah minimum Provinsi Jabar tidak dinaikan,” pungkasnya.***
Editor: denkur