Selundupkan Narkoba ke Lapas Jelekong, 11 orang Ditetapkan Jadi Tersangka

Jumat, 3 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: Liputan Banten

Ilustrasi: Liputan Banten

Sebelas orang ditetapkan menjadi tersangka dari empat kasus percobaan penyelundupan narkoba di Lapas Narkotika Kelas llA Bandung Lapas Jelekong.


DARA – Kasat Narkoba Polresta Bandung, Kompol Dadang Garnadi mengatakan di tahun 2021 ini sudah ada tujuh kasus percobaan penyelundupan narkoba di Lapas Jelekong yang dilimpahkan ke Polresta Bandung, namun belum semua kasus naik menjadi penyidikan karena masih ada kendala dalam proses penyelidikan.

Kasus yang sudah naik menjadi penyidikan diantaranya percobaan penyelundupan narkoba jenis sabu di dalam sepatu, sabu di dalam sepatu olahraga, sabu di dalam wafer fitbar, dan sabu yang di tempel di jeruji lapas.

“Total kasus limpahan perkara dari Lapas Jelekong ada tujuh perkara, yang naik menjadi penyidikan baru empat perkara, nah jumlah tersangka dari empat perkara tersebut ada sebelas orang, terdiri dari tujuh orang warga binaan dan empat orang luar binaan (masyarakat biasa),” papar Dadang di ruang kerjanya, Mapolresta Bandung, Jalan Bhayangkara Soreang, Jumat (3/9/2021).

Dadang memaparkan kendala yang kerap terjadi dalam proses penyelidikan kasus percobaan penyelundupan narkoba di lapas diantaranya kurangnya alat bukti karena terbatasnya kewenangan untuk menggeledah ruangan warga binaan.

Biasanya, lanjutnya, jika akan mengumpulkan barang bukti pihaknya berkoordinasi dengan petugas lapas dan merekalah yang melakukan penggeledahan.

Ia mencontohkan kendala yang dialami dalam penyelidikan kasus sabu di dalam kue kering, dimana dari alat bukti telepon genggam yang didapatkan dari warga binaan ternyata seluruh bukti percakapannya telah dihapus oleh yang bersangkutan.

Seluruh aplikasi pada telepon genggam tersebut sudah dihapus, sehingga pihaknya kesulitan untuk melakukan pendalaman karena memerlukan waktu yang cukup lama untuk bisa mengakses aplikasi-aplikasi tersebut kembali.

“Jadi dalam proses penyelidikan suatu peristiwa penyalahgunaan narkoba itu memang ada mudah dalam pembuktian, tapi ada yang juga sulit,” katanya.

Namun demikian, Dadang mengapresiasi pihak Lapas Jelekong yang selalu berkoordinasi dengan pihaknya jika memang terjadi penyalahgunaan narkoba di Lapas Jelekong. Ia pun mengatakan SOP yang diterapkan untuk para pengunjung Lapas Jelekong cukup ketat sehingga banyak kasus percobaan penyelundupan narkoba terungkap sebelum sampai ke dalam lapas.

“Koordinasi kami sangat baik, mereka dengan cepat mengundang kami kesana jika memang terjadi perkara-perkara percobaan penyelundupan narkoba,” katanya.***

Editor: denkur

Berita Terkait

Amilin Zakat Fitrah DKM Binaul Makmur Desa Banyusari Tunaikan Amanah
Menghapus Jenuh Saat Mudik Lebaran, Daop 2 Bandung Sediakan Arena Bermain Anak
PT KAI Daop 2 Bandung Berangkatkan 17.893 Orang, Pucak Mudik Sudah Terlewati
Simak Nih, Pesan Bupati Bandung buat Warganya Yang Mudik Lebaran
Jangan Kirim Parsel ke Gubernur Jabar, Ini Alasannya
Sambut Idulfitri, Festival Dulag Istimewa Berlangsung di Gedung Pakuan
Kang Demul Bakal Ngantor di Daerah, Ini Sebutan Kantor Gubernur Jabar di 5 Wilayah
Simak Nih, Jadwal Penerapan Contraflow dan One Way Saat Arus Mudik dan Balik Lebaran
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Maret 2025 - 22:21 WIB

Amilin Zakat Fitrah DKM Binaul Makmur Desa Banyusari Tunaikan Amanah

Minggu, 30 Maret 2025 - 21:54 WIB

Menghapus Jenuh Saat Mudik Lebaran, Daop 2 Bandung Sediakan Arena Bermain Anak

Minggu, 30 Maret 2025 - 20:27 WIB

Simak Nih, Pesan Bupati Bandung buat Warganya Yang Mudik Lebaran

Minggu, 30 Maret 2025 - 20:17 WIB

Jangan Kirim Parsel ke Gubernur Jabar, Ini Alasannya

Minggu, 30 Maret 2025 - 20:11 WIB

Sambut Idulfitri, Festival Dulag Istimewa Berlangsung di Gedung Pakuan

Berita Terbaru