Soal Air Minum di Kabupaten Bandung, Dua Tahun Lagi Seperti Ini

Jumat, 29 Januari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: pompair.com

Ilustrasi: pompair.com

Tahun 2024, Pemerintah Kabupaten Bandung menargetkan 100 persen air minum layak minum, kata Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Sekda Kabupaten Bandung, Marlan.


DARA – Menurut Marlan, saat ini sudah tercapai air minum layak sebesar 83 persen. Kontribusinya berasal dari PDAM, dari masyarakat sendiri atau Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS).

“Kita masih ada gap yang cukup lebar (sekitar 17 persen), tapi mudah-mudahan nanti dengan kemaren kita ada komitmen 2024 bisa selesai,” ujar Marlan di Soreang, Jumat (29/1/2021).

Pemenuhan target air minum layak ini juga harus sejalan dengan penyediaan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT). Sayangnya di Kabupaten Bandung hanya memiliki satu IPLT yaitu yang berada di Cibeet.

Karena kapasitas IPLTnya tidak mencukupi, maka tinja dari masyarakat yang seharusnya bisa ditangani oleh IPLT, terpaksa kembali dibuang ke sungai. Hal tersebut tentunya akan mengganggu pencapaian target 100 persen air minum layak.

“Kalau tidak ke IPLT, pasti dibuang ke sungai, kan sama saja, sehingga kita akan membangun IPLT di Soreang, ada sekitar Rp2,6 milyar. Itu juga akan menjadi solusi untuk bisa mencapai 100 persen Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan,” tutur Marlan.

Untuk daerah yang belum mendapatkan air minum layak yaitu wilayah perkotaan. Menurut Marlan, air di daerah pedesaan rata-rata kualitasnya masih bagus dan juga sumur air tanahnya masih bagus.

Memaksimalkan penggunaan air, Pemerintah Kabupaten Bandung berencana akan memanfaatkan hasil daur ulang dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Majalaya, misalnya untuk menyiram toilet dan kegiatan lainnya. Menurut Marlan, itu layak pakai tapi memang tidak layak minum.

“Itu memang sudah kita lakukan kajian dan memang akan kita lakukan itu,” kata Marlan.

“Kan bagusnya kloset kalau kita menggunakan mikroba, itu kan airnya akan keluarnya jernih, bisa dipakai buat nyiram karena hasil siramannya pasti ada pupuknya. Tapi itu yang mungkin masih jauh dan harus terus disosialisasikan kepada masyarakat. Karena memang masih ada yang menganggap jijik jadi dibuang,” imbuhnya.

Sementara itu, menurut Marlan, mata air yang ada di Kabupaten Bandung itu masih cukup. Misalnya mata air yang ada di Cibatarua, dimana bisa menghasilkan ribuan liter dalam satu detik. Kemudian, mata air di Gambung yang bisa mengairi hingga ke wilayah Cimahi.

“Paling besar itu sebetulnya di Sukaresmi Ciwidey, itu kan hampir sekitar 2000 liter per detik. Hanya memang yang jadi persoalan adalah investasinya disana butuh Rp1,8 triliun. Karena pada saat kita mengambil air dari sana, itu harus muter kearah Bandung Barat, sebab menggunakan sistem gravitasi atau tidak menggunakan sistem pompa. Kalau pakai pompa lebih mahal, kita kan daerah pegunungan, jadi manfaatkan kondisi kontur tanah,” papar Marlan.

Selain program air minum layak, Pemerintah Kabupaten Bandung juga menargetkan nol persen rumah tidak layak huni, dan seratus persen sanitasi.***

Editor: denkur

Berita Terkait

Amilin Zakat Fitrah DKM Binaul Makmur Desa Banyusari Tunaikan Amanah
Menghapus Jenuh Saat Mudik Lebaran, Daop 2 Bandung Sediakan Arena Bermain Anak
PT KAI Daop 2 Bandung Berangkatkan 17.893 Orang, Pucak Mudik Sudah Terlewati
Simak Nih, Pesan Bupati Bandung buat Warganya Yang Mudik Lebaran
Jangan Kirim Parsel ke Gubernur Jabar, Ini Alasannya
Sambut Idulfitri, Festival Dulag Istimewa Berlangsung di Gedung Pakuan
Kang Demul Bakal Ngantor di Daerah, Ini Sebutan Kantor Gubernur Jabar di 5 Wilayah
Simak Nih, Jadwal Penerapan Contraflow dan One Way Saat Arus Mudik dan Balik Lebaran
Berita ini 1 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 30 Maret 2025 - 21:54 WIB

Menghapus Jenuh Saat Mudik Lebaran, Daop 2 Bandung Sediakan Arena Bermain Anak

Minggu, 30 Maret 2025 - 21:33 WIB

PT KAI Daop 2 Bandung Berangkatkan 17.893 Orang, Pucak Mudik Sudah Terlewati

Minggu, 30 Maret 2025 - 20:27 WIB

Simak Nih, Pesan Bupati Bandung buat Warganya Yang Mudik Lebaran

Minggu, 30 Maret 2025 - 20:17 WIB

Jangan Kirim Parsel ke Gubernur Jabar, Ini Alasannya

Minggu, 30 Maret 2025 - 20:11 WIB

Sambut Idulfitri, Festival Dulag Istimewa Berlangsung di Gedung Pakuan

Berita Terbaru