Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Edwin Senjaya berharap adanya perhatian khusus terhadap fasilitas penanganan Covid-19 di Kota Bandung.
DARA – Terlebih adanya keluhan masyarakat mengenai kesulitan mendapatkan fasilitas kesehatan untuk melakukan isolasi mandiri.
“Ketersediaan fasilitas penanganan Covid-19 perlu mendapatkan perhatian, saya mendapatkan laporan dari warga yang kesulitan mendapat akses fasilitas kesehatan di rumah sakit,” ujarnya, saat dihubungi, Minggu (24/1/2021).
Namun begitu, pihaknya mengapresiasi akan adanya tambahan fasilitas kesehatan di Kota Bandung dari Secapa AD, yakni 180 tempat tidur. Apalagi, terdapat rencana untuk meningkatkan hingga 1.000 tempat tidur.
“Mudah-mudahan ini bisa membantu masyarakat, dan informasinya juga harus disebarluaskan, termasuk adanya rumah isolasi di tiap kewilayahan atau kecamatan,” ujarnya.
Pihaknya pun mendukung perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) proporsional oleh Pemerintah Kota Bandung sebagai upaya menekan penyebaran virus corona baru.
Kebijakan ini sejalan dengan pemerintah pusat yang memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) hingga 8 Februari mendatang.
“Diperpanjangnya PSBB proporsional ini, karena melihat kasus positif Covid-19 yang semakin meningkat di Kota Bandung,” ujarnya.
Dalam mengoptimalkan kebijakan tersebut, politisi Partai Golkar menilai perlu dilakukan pencegahan, pengendalian, dan pengawasan ditengah situasi pandemi sekarang ini. Seperti pembatasan aktivitas warga, penutupan ruas jalan, dan lainnya.
Selain itu, dia meminta agar sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait protokol kesehatan intens dilakukan. Edwin pun mengimbau masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan tidak berkerumun.
“Kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak perlu panik berlebihan, tidak abai, serta disiplin protokol kesehatan. Mudah-mudahan peningkatan kasus Covid-19 bisa dicegah, dan kondisi kembali normal,” ujarnya.***
Editor: denkur