Tegas… Bupati Subang Bantah Isu Meninggalnya Tiga Warga Korban Banjir Akibat Kelaparan

Kamis, 11 Februari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Subang H Ruhimat saat di lokasi banjir (Foto: Istimewa)

Bupati Subang H Ruhimat saat di lokasi banjir (Foto: Istimewa)

Subang dilanda banjir dan longsor. Menerjang 21 kecamatan dan tiga orang warga meninggal dunia. Bupati Subang, H Ruhimat alias Kang Jimat selalu memantau situasi.


DARA – Banjir terparah terjadi di Pamanukan. Tiga warga dikabarkan meninggal dunia, Kamis 11 Februari 2021.

Kang Jimat mengakui itu. Namun, ia membantah dengan tegas, jika tiga warga yang meninggal itu akibat terlantar tanpa ada bantuan dari pemerintah.

“Ya, benar ada tiga warga yang terdampak banjir, meninggal dunia. Dari tiga warga tersebut yang meninggal tersebut memiliki riwayat penyakit bawaan dan atau kurang sehat, ditambah kondisinya tak mendukung bahkan membuatnya tidak nyaman karena darurat banjir. Kita semua tak bakalan tahu jika pada akhirnya harus berpulang dan itu semuanya kehendak dan rahasia Allah,” kata Kang Jimat kepada wartawan saat di lokasi pengungsian warga terdampak banjir, Kamis (11/02/2021).

Dijelaskan Kang Jimat, pemerintah sudah berupaya banyak untuk membantu dalam pelayanan dan penyelamatan bagi warga terdampak banjir, termasuk membangun posko terpadu di setiap kecamatan yang terdampak banjir tersebut.

”Posko dan tempat pengungsian, termasuk dapur umum yang juga sarana pendukung untuk para pengungsi yang terdampak banjir, terutama daerah paling terparah di enam kecamatan wilayah Subang Utara dari 21 Kecamatan di Kabupaten Subang,” ujar Kang Jimat.

Selain itu, Kang Jimat juga menjelaskan dibangunnya posko di tiap kecamatan yang terdampak banjir itu tiada lain untuk mempermudah pelayanan, sehingga warga terdampak banjir tertangani dan tak terdapat terjadi kelaparan.

”Perlu diketahui bersama, kami mendirikan posko di setiap kecamatan yang terdampak banjir ini, agar warga yang terdampak banjir dapat terlayani dan tak terdapat terjadi kelaparan,” jelasnya.

Diketahui korban yang meninggal dunia pertama adalah Halimah (50) warga Desa Pamanukan. Ia meninggal tak lama setelah tiba di Masjid Al-Hadad Pamanukan, di lokasi pengungsian dan Ia meninggal karena sakit.

Selanjutnya Yati (45) meninggal dunia di rumahnya yang terendam banjir, di Dusun Lebaksari, Desa Pamanukan. Korban ketiga adalah Muhammad arifin (32) warga Desa Bojong, Pamanukan.***

Editor: denkur

 

Berita Terkait

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Ingatkan Pergantian Kepemimpinan tak Sekadar Formalitas
DPRD Kabupaten Sukabumi Gelar Paripurna, Setujui Raperda Pajak dan Restribusi Daerah
Musrenbang dan RKPD Kota Sukabumi Sudah Diteken, Selaraskan Visi Pembangunan
Pisah Sambut Bupati Sukabumi Dimeriahkan Gelaran Budaya Rakyat
Kabar Terbaru Kasus Dugaan Pelecehan Pasien oleh Oknum Dokter Kandungan di Garut
Tarif Mulai Rp5.000, LRT Jabodebek Jadi Pilihan Nyaman untuk Libur Long Weekend 18-20 April 2025
Pemkab Cirebon Lindungi Buruh, Jaga Investasi! Isu Outsourcing dan Hak Pekerja Jadi Sorotan
Hearing dengan HMI, DPRD Kota Sukabumi Tanggapi Isu Ketidak Normalan PAD
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 April 2025 - 10:35 WIB

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Ingatkan Pergantian Kepemimpinan tak Sekadar Formalitas

Jumat, 18 April 2025 - 08:42 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi Gelar Paripurna, Setujui Raperda Pajak dan Restribusi Daerah

Kamis, 17 April 2025 - 18:48 WIB

Pisah Sambut Bupati Sukabumi Dimeriahkan Gelaran Budaya Rakyat

Kamis, 17 April 2025 - 18:29 WIB

Kabar Terbaru Kasus Dugaan Pelecehan Pasien oleh Oknum Dokter Kandungan di Garut

Kamis, 17 April 2025 - 11:01 WIB

Tarif Mulai Rp5.000, LRT Jabodebek Jadi Pilihan Nyaman untuk Libur Long Weekend 18-20 April 2025

Berita Terbaru